Merajut Belang Harimau di Bumi Sriwijaya

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Secara ekologis, harimau Sumatera mem­butuhkan habitat luas untuk terus bertahan hidup.

ist
Adnun Salampessy 

Merajut Belang Harimau di Bumi Sriwijaya

Harmonisasi Kehidupan Manusia dengan Masyarakat Sumsel

Oleh: Adnun Salampessy  

Praktisi Konservasi di Sumsel

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Secara ekologis, harimau Sumatera mem­butuhkan habitat luas untuk terus bertahan hidup.

Faktanya, saat ini hewan langka itu, langsung maupun tidak langsung, terus tertekan, dampak berkurangnya tu­tupan hutan di Sumatera.

Sebaran populasi harimau ini dulu tersebar merata di seluruh Sumatera, kini hanya tersisa di wilayah tertentu.

Idealnya jumlah populasi minimum per kantong habitat untuk semua jenis harimau adalah 300 ekor dewasa (Leyhausen, 1986).

Namun tampaknya untuk kondisi ha­bi­tat di Sumatera, pencapaian jumlah tersebut jauh dari harapan, mengingat keadaan po­pulasi harimau terfragmentasi dalam kantong-kantong habitat yang kecil dan ter­iso­lasi.

Saat ini, per kantong habitat hanya terdapat 36-170 ekor (Shepherd & Mag­nus, 2004).

Anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) berusia enam bulan yang lahir di Kebun Binatang Medan, Sumut, bermain di kandang, Minggu (8/1/2012).
Anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) berusia enam bulan yang lahir di Kebun Binatang Medan, Sumut, bermain di kandang, Minggu (8/1/2012). (TRIBUN MEDAN / TAUFAN WIJAYA)
Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved