Pergerakan Harimau Masuk Pemukiman Terkam Sulistiawati, Petani Kopi di Lahat Tak Berani Keluar Rumah

Pergerakan Harimau Masuk Pemukiman Terkam Sulistiawati, Petani Kopi di Lahat Tak Berani Keluar Rumah

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/EHDI
Pergerakan Harimau Masuk Pemukiman Terkam Sulistiawati, Petani Kopi di Lahat Tak Berani Keluar Rumah 

SRIPOKU.COM-Pergerakan harimau Masuk Pemukiman Terkam Sulistiawai, Petani Kopi di Lahat Tak Berani Keluar Rumah.

Tewasnya warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Lahat Suhadi, dan terbaru warga di Kabupaten Muara Enim, Sulistiawati  akibat serangan harimau membuat petani di beberapa Kecamatan di Kabupaten Lahat, kian resah dan takut.

Sebab, warga sama sejali tidak berani mengharap lahan pertanian seperti kopi, Petani Kopi khawatir harimau tiba tiba menyerang.

"Warga di Kecamatan Mulak Ulu, khususnya Desa Pajar Bulan saat ini sudah sangat ketakutan. Jangankan untuk ke kebun kopu yang ada di perbukitan untuk ke kebun kopi dan ke sawah yang tak jauh dari desa saja sudah takut. Apalagi, setelah ada kejadian di desa kami kembali ada kejadian di Muara Enim yang secara kawasan tak jauh dari Mulak Ulu, "keluh Jevi Pandrio, warga Desa Pajar Bulan Mulak Ulu, Lahat, saat dibincangi, Minggu (29/12).

Jevi yang mengaku juga tak berani lagi untuk pergi ke kebun mengatakan kini warga kebingungan dengan adanya teror harimau ini.

Pasalnya, selain tak bisa mengharap lahan pertanian juga warga terancam hilang matapencaharian terlebih selama ini mayoritas warga hanya mengandalkan lahan pertanian untuk bertahan hidup. Dia meminta pemerintah bisa memberikan solusi atas keadaan ini dan segera bisa menjamin keamanan petani dari ancaman harimau.

"Warga bingung hendak berbuat apa. Sudah sepekan terakhir ini warga hanya berdiam diri di desa sementara tidak ada yang bisa dikerjakan. Disisi lain, kebutuhan dalam rumah tangga harus terus dipenuhi,"ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Habir, warga desa Kota Agung, Lahat. Menurutnya, saat ini perani yang biasanya bermalam di kebun kini sudah pulang semua ke desa, namun kini mereka takut ada serangan harimau. Tak hanya kebun kopi tang terancam tak terawat tanaman sayur mayur juga terpaksa ditinggalkan.

"Warga diimbau untuk tidak ke kebun dulu tapi warga belum melihat ada perkembangan dari upaya pihak terkait dalam mengatasi teror harimau. Jika keadaan ini terus terjadi yakinlah perekonomian para petani akan tambah terjepit, "ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Lahat, sendiri telah membentuk Satgas untuk menanggulangi teror harimau. Bupati Lahat, Cik Ujang, SH, sendiri meminta Satgas segera bisa memecahkan persoalan teror harimau. Diakui Cik Ujang, jika petani saat ini resah karena tidak bisa lagi pergi ke kebun karena takut ancaman harimau.

Satgas sendiri kini melaksanakan monitoring dan sosialisasi himbauan di dua kecamatan diantaranya Kecamatan Mulak Ulu dan Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kaban Kesbangpol Lahat H.Surya Desman, Kepala DLH Lahat Ir. H.Agus Salman, Perwakilan BKSDA Regional II Lahat Makmum, Perwakilan KPH Semendo Wahyudin. Pertemuan tersebut membahas tentang sosialisasi dan himbauan pada masyarakat agar waspada jika beraktivitas di luar rumah.

“Kami menghimbau agar warga wasada dengan adanya kehadiran binatang buas ini” jelas Kaban Kesbangpol H. Surya Desman.

Desman melanjutkan, Kegiatan tersebut merupakan langkah awal dibentuknya Satgas Penanganan Harimau yang bertujuan untuk memonitor berbagai informasi dan masukan warga terkait aktivitas Harimau di wilayah tersebut.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved