Breaking News:

Batasi Ruang Pergerakan Harimau Masuk Pemukiman Pemprov Sumsel Pasang 8 Kamera Trap dan Box Trap

Batasi Ruang Pergerakan Harimau Masuk Pemukiman Pemprov Sumsel Pasang 8 Kamera Trap dan Box Trap

Editor: Hendra Kusuma
Humas Pemprov Sumsel
Batasi Ruang Pergerakan Harimau Masuk Pemukiman Pemprov Sumsel Pasang 8 Kamera Trap dan Box Trap 

Membuat resah dan menewaskan warga di kawasan Lahat, Muaraenim, dan Pagaralam, maka pihak pemerintah mulai Batasi Ruang Pergerakan Harimau Masuk Pemukiman, Pemprov Sumsel Pasang 8 Kamera Trap dan Box Trap.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Pemasangan Kamera Trap merupakan upaya bagi pemerintah untuk memantau dan membatasi ruang gerak harimau yang mulai memasuki pemukiman. Selain itu dipasang pula 1 Box Trap.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memberikan perhatian khusus terhadap keresahan masyarakat di kota Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Muara enim yang mengalami gangguan dari binatang buas terutama harimau.

Khususunya untuk mengatasi gangguan harimau, sejauh ini Pemprov Sumsel sudah membentuk Satgas khusus yang terdiri dari  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Lahat Kementerian LHK, Dishut Prov Sumsel (UPTD KPH Semendo) , dan berkoordinasi dengan Camat  Semende Darat Laut, Kades Muara Dua dan masyarakat untuk mengantisipasi serangan harimau tersebut.

Sebab, sejauh ini harimau memang mulai memasuki pemukiman berdasarkan kasus terakhir yang menewaskan Sulistiawati, warga Muaraenim.

"Masalah ini sudah saya sampaikan kepada Menteri,” terang HD saat Rakor di Pagar Alam beberapa waktu lalu.

 
Saat ini tim Satgas pun telah melakukan upaya pemasangan 8 unit camera trap dan satu unit box trap di beberapa titik yang menurut laporan sering terlihatnya harimau tersebut.

Kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Panji Tjajanto mengatakan, saat ini pemasangan trap box dan camera trap sudah hampir rampung dikerjakan.

"Ada 8 camera trap yang kita pasang dan 1 unit box trap di Semendo. Besok hari senin pukul 07.30 akan diadakan rapat koordinasi di Pemkab Muara Enim, dlm upaya penanganan konflik harimau dan manusia ini di Kabupaten Muara Enim," kata Pandji, Minggu (29/12).

Menurut Pandji, hal itu dilakukan guna melihat pergerakan harimau yang sudah meresahkan dan mengancam keselamatan manusia tersebut.

"Itu sesuai intruksi pak Gubernur. Tim Satgas juga terus berkoordinasi dengan masyarakat. Saat ini, antisipasi dan penanganan dilakukan titik-titik yang menjadi prioritas," tuturnya.

Bahkan, lanjutnya, antisipasi tersebut akan melibatkan beberapa NGO yakni FHK, WCS, ZSL. Dimana beberapa NGO tersebut akan memberikan bantuan camera trap sebanyak 55 unit.

"Kita juga akan melibatkan beberapa pihak untuk penanggulangannya. Camera trap juga rencananya akan kita tambah yang merupakan bantuan NGO," terangnya.

Menurutnya, masuknya harimau itu keperkebunan warga diduga lantaran habitat mereka terganggu. Namun hal itu masih dalam penyelidikan.

"Namun bisa jadi juga karena terganggunya rantai makanan, sehingga harimau tersebut keluar dari habitatnya. Kita juga menghimbau agar masyarakat terus menjaga kelestarian lingkungan. Dan jangan sekali-sekali mengganggu habitat hewan," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved