Berita Muaraenim

Sudah Meresahkan Masyarakat, Bupati Muaraenim Minta Tangkap Harimau Hidup Atau Mati

Plt Bupati Muaraenim H Juarsah SH, meminta BKSD dan Polhut untuk menangkap Harimau Hidup atau Mati.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Plt Bupati Muaraenim Juarsah pada saat dirumah korban diterkam harimau di Dusun V, Desa Padang Bindu, Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muaraenim, Sabtu (28/12/2019). 

Sudah Meresahkan Masyarakat, Bupati Muaraenim Minta Tangkap Harimau Hidup Atau Mati

Laporan Wartawan Sripoku.com,  Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Semakin tingginya intensitas aksi Teror Harimau yang telah memakan beberapa korban jiwa, Plt Bupati Muaraenim Juarsah SH, meminta BKSD dan Polhut untuk menangkap harimau hidup atau mati.

"Dengan adanya korban jiwa akibat diterkam harimau jelas ini sudah meresahkan masyarakat bahkan sudan memakan korban jiwa diluar habitatnya harimau," tegas Juarsah pada saat dirumah korban di Dusun V, Desa Padang Bindu, Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muaraenim, Sabtu (28/12/2019).

Harimau Mangsa Warga di Muaraenim Bikin Resah, Keluarga Korban dan DPRD Minta Pemerintah Serius

Kronologi Lengkap Warga Muaraenim Tewas Dimangsa Harimau, Tetesan Darah dan Potongan Jadi Petunjuk

15 Kasus Teror Harimau di Sumsel, 5 Tewas & 9 Lainnya Berupa Teror, Ini Daerah Paling Berbahaya

Menurut Juarsah, pihaknya baik pribadi maupun atas nama pemerintah Kabupaten Muaraenim mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya, dan kepada masyarakat pihaknya menghimbau kepada masyarkat untuk mengurangi kegiatan keluar malam, kalau sudah sore jangan ke kebun lagi dan mandi, kecuali mandi dirumah.

Untuk pihak terkait BKSDA dan Polhut untuk mengambil tindakan tegas hidup atau mati karena harimau ini sudah merambah ke pemukiman.

Dikatakan Juarsah, pihaknya tahu jika harimau tersebut dilindungi oleh Undang-undang, tetapi lebih baik melindungi manusia daripada hewan buas, sebab itu sama saja melindungi penjahat.

Menurut Juarsah, kejadian diterkam harimau ini bukan sekali bahkan sudah berkali-kali, masyarakat tidak bisa mencari nafkah supaya ada tindakan yang nyata dari pihak terkait misalnya BKSDA atau Polhut untuk menangai harimau yang sudah meresahkan warga, seperti tembakan bius, untuk dikarantina atau dikembalikan ke habitatnya.

Masyarakat waspada, jalan ke kebun jangan sendiri-sendiri, sehingga kalau ada harimau bisa saling bantu sebab masyarakat mau makan tidak bisa menunggu.

"Senin ini akan dirapatkan untuk mencari langkah-langkah terkait Teror Harimau apa supaya masyarakat aman, saya sudah bersurat ke BKSDA setengah bulan yang lalu tetapi belum ada balasannya," pungkas Juarsah.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved