Warga Muaraenim Tewas Dimangsa Harimau

Cerita Saksi,Harimau Sengaja Cari Mangsa, Karena Sulistiwati Diterkam Bukan Lagi Arael Hutan Lindung

Cerita Saksi, Harimau Sengaja Cari Mangsa, Karena Sulistiwati Diterkam Bukan Lagi Areal Hutan Lindung

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Sulistiawati (31), warga Muaraenim korban tewas dimangsa oleh Harimau Sumatera 

JIka selama ini pihak pemerintah berdalih jika lokasi korban ditekam harimau masih diereal perbatasan maka Cerita Saksi, Harimau Sengaja Cari Mangsa, Karena Sulistiwati Diterkam Bukan Lagi Areal Hutan Lindung.

SRIPOKU.COM, MUARAENIM-Cerita Saksi, Harimau Sengaja Cari Mangsa, Karena Sulistiwati Diterkam Bukan Lagi Areal Hutan Lindung.

Hal ini diungkapkan oleh saksi yang juga masih orang tuan korban bahwa anaknya Sulistiawati, yang diterkam harimau di Desa Padang Bindu, yang tak lain kebun karet milik korban.

Lokasi ini bukan lagi termasuk dalam areal Hutan Lindung bahkan perbatasan, namun masih ada juga warga yang diterkam harimau, bahkan saat mandi di kebun karet miliknya sekitar pukul 17.00 WIB.

Maka itulah, warga berharap pihak pemerintah Muaraenim maupun pihak BKSDA harus segera mencari solusi karena harimau sudah jauh keluar dari habitatnya, bahkan meninggalkan Hutan Lindung, bahkan lagi-lagi manusia yang menjadi korban.

Seperti diketahui, Suasana duka masih terlihat dirumah Purwanto (51) dan Ratemi (51) di Dusun V, Desa Padang Pindu, Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muaraenim.

Harapan warga ini juga dipertegaskan oleh anggota DPRD Muaraenim Suprianto meminta kepada pemerintah untuk segera mencarikan solusi untuk tindak lanjut masalah ini, sebab masayarakat sudah sangat-sangat resah, karena mayoritas masyarakat adalah petani, dan korban jiwa sudah banyak yang jatuh oleh harimau tersebut. 

"Ini lokasinya bukan lagi dihutan lindung, jadi jangan lagi mengalaskan masih dihutan lindung. Jangan hewan dilindungi tetapi masyarakat tidak dilindungi," tukasnya.

Tampak ratusan warga masyarakat bersama TNI l, Polri dan Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kecamatan usai menghadiri pemakaman Sulistiawati (31) korban yang dimangsa oleh harimau Sumatera dikebun miliknya yang berjarak sekitar 50 meter dari pemukiman.

Menurut kedua orangtua korban Purwanto (51) dan Ratemi (51) bahwa korban adalah anak sulung dari empat bersaudara, dan statusnya janda dengan anak satu bernama Rega Wijaya (9). Korban orangnya periang dan ia tidak menduga korban meninggal secara tragis pada Jumat (27/12).

" Kami tidak ada firasat sedikitpun akan adanya musibah tersebut," ujar Purwanto.

Ditambahkan Ratemi, korban rumahnya sebelahan dengan rumahnya. Korban sempat bertemu dengannya sebelum mandi di pancuran yang letaknya didekat kebun karetnya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya sekitar pukul 17.00. Sekitar

setengah jam berlalu, korban tidak kunjung pulang, lalu ia meminta warga menyusul untuk melihat korban, karena sebelumnya ia mendengar dari kerabatnya Katmin bahwa ia bertemu dengan harimau.

Mendengar hal tersebut ia bersama-sama warga desa melakukan pencarian didekat pemandian dan melihat hanya kain basahan (telasan) dan sabun diatasnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved