Berita Palembang

Palembang Diterjang Angin Kencang 87 Km Per Jam & Hujan Deras, Banjir dan Sejumlah Pohon Tumbang

Dari data BMKG SMB II Palembang, hujan yang terjadi kriteria lebat dengan curah hujan 57,5 mm dan kecepatan angin kriteria ekstrem

SRIPOKU.COM/Refly
Ilustrasi: Banjir Landa Jalan Protokol di Palembang, Puluhan Motor Matic Mogok 

Palembang Diterjang Angin Kencang 87 Km Per Jam & Hujan Deras, Sejumlah Pohon Tumbang dan Banjir

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hujan disertai Petir dan Angin Kencang terpantau cukup ekstrem.

Dari data BMKG SMB II Palembang, hujan yang terjadi kriteria lebat dengan curah hujan 57,5 mm dan kecepatan angin kriteria ekstrem dengan kecepatan 47 Knot atau 87 km per jam.

Menurut Kasi Observasi dan Data BMKG SMB II Palembang Bambang Beny, hal ini terjadi karena adanya Awan Konvektif Cumulonimbus atau Awan Hitam Pekat berbentuk Kembang Kol dalam bentuk Single Cumulonimbus.

Karena pertumbuhan awan Cumulonimbus single, mengakibatkan perbedaan tekanan dan suhu yang cukup signifikan antara daerah yang terpapar hujan dan disekitarnya yang belum terpapar hujan.

"Analisa ambruknya atap rumah dan pohon roboh di Palembang karena perubahan karakteristik permukaan bumi atau tanah yang relatif rata akibat pembukaan lahan.

Inilah yang membuat potensi angin kencang pada wilayah berkarakteristik seperti ini dan akan berpotensi sering terjadi," ujar Bambang, Kamis (26/12/2019).

Dikatakan Bambang, bulan Desember hingga Maret merupakan bulan dengan curah hujan tertinggi.

Dari data normal Stasiun Meteorologi SMB II Palembang dalam kurun waktu 30 Tahun terakhir, kondisi musim hujan akan terus berlangsung hingga memasuki musim peralihan ke musim kemarau umumnya pada Maret hingga April 2020 mendatang.

"Kami menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap lebih berhati-hati dalam bertransportasi pada siang hingga sore hari.

Halaman
12
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved