Gerhana Matahari Cincin di Sumsel

Gerhana Matahari Cincin, Pengendara Berhenti Sejenak di SPBU Km 5 Bersyukur Bisa Lihat

Gerhana matahari cincin mulai terlihat siang tadi pada pukul 12.30 di SPBU Km 5 yang membuat sejumlah pengendara berhenti sejenak.

sripoku.com
Penampakan Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang direkam dari SPBU Km 5 Palembang Kamis (26/12/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gerhana Matahari Cincin (GMC) mulai terlihat Kamis (26/12/2019) siang tadi pada pukul 12.30 di SPBU Km 5.  Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat Kota Palembang yang berhenti sejenak untuk mengabadikan dan menyaksikan fenomena alam tersebut.

Seperti halnya Yayuk bersama temannya Deni yang ikut berhenti di depan RS Bhayangakara untuk mengabadikan momen tersebut. Menurutnya, ia memberhentikan motor lantaran merasa beda dengan matahari seperti biasanya.

Link Live Streaming Gerhana Matahari Cincin (GMC), Tonton Fenomena Langka 12 Tahun Sekali via Ponsel

"Kami berhenti karena kami rasa berbeda mataharinya yuk, biasanya panas dan dak matahari itu kaya seterang bulan di malam hari, kebetulan kami ingat ada gerhana matahari," ujarnya saat diwawancarai di depan RS Bhayangkara Kamis (26/12/2019).

Berbeda halnya dengan Amron bersama anaknya Mila (8 tahun) yang memberhentikan motor lantaran bingung karena di sepanjang jalan banyak pengendara yang berhenti dan mengarahkan kamera hpnya ke langit.

"Kami ngga tau awalnya dek, kami penasaran jadi kami berenti ternyata ada gerhana matahari," tuturnya.

Ia pun mengakui penasaran karena di sepanjang jalan mulai dari Km 12 tadi banyak warga yang berhenti sehingga membuat ia bersama anaknya penasaran.

Gerhana Matahari Cincin (GMC) di Sumsel Hanya 80 Persen, Puncaknya Pukul 12.30 WIB

" Yo kami kan nak jemput ibunya dek di Pasar 16, tapi anak ku lihat trus nanya kenapa orang banyak berhenti trus lihat langit. Jadi karena anak ku penasaran kami berenti nya di sini karena semakin rame be yang berenti, ungkapnya.

Ia pun mengucapkan syukur lantaran ia bisa berbagi saat keluar bersama anaknya ada fenomena alam seperti ini.

Karena, baginya itu sama saja ia membuat tambahan wawasan kepada anaknya.

"Seneng syukur dek aku keluar pas lagi ada gerhana jadi anak aku tau. dia juga sekarang kan lagi di fase banyak nanya jadi seneng aja lah berbagi ilmu kepada anak, kapan lagi kalau ga hari libur gini," pungkasnya.

Menurutnya mengajari anak tidak mesti memakai buku tetapi pengalaman seperti yang dialaminya siang ini.

Tambahnya lagi, dari tadi Mila sang anak kerap kali menanyakan apa itu gerhana matahari cincin, dan sebagainya.

Bahkan ia bercerita tentang pertanyaan anaknya yang lugu berupa apakah cincin yang di pakai matahari seperti cincin yang di pakai ibunya.

" Iya dek anak ku ini be tadi nanya banyaklah sampe dio betanya ayah cincin gerhana itu sama kaya cincin yang di pake ibu ga," tutupnya sambil ketawa kecil.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved