Hujan Deras Guyur Kota Palembang
Digenangi Banjir Setinggi Lutut, Tower Tumbang Jalan Kapten Anwas Sastro Belum di Evakuasi
Digenangi Banjir Setinggi Lutut, Tower Tumbang Jalan Kapten Anwas Sastro Belum di Evakuasi
Digenangi Banjir Setinggi Lutut, Tower Tumbang Jalan Kapten Anwas Sastro Belum di Evakuasi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kota Palembang dilanda hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan digenangi banjir hari ini Kamis, (26/12/2019).
Sebagian kawasan digenangi banjir setinggi lutut orang dewasa.
Peristiwa hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Palembang dan sekitarnya ini mulai dari pukul 16.00-17.00 WIB membuat sebagian jalan protokol digenangi banjir dan pohon tumbang.
Misalnya saja yang terjadi di Jalan Kapten Anwas Sastro Dwikora 1 kec Ilir Timur 1 bukan hanya terjadi banjir sebatas lutut orang dewasa bahkan adanya tower tumbang dari rumah warga disini.
Belum banyak orang yang mengetahui tower tumbang tersebut, akibatnya banyak pengendara yang putar balik.
• Palembang Dilanda Hujan Deras Disertai Angin Kencang, 5 Kawasan Ini Dihadang Pohon Tumbang
Akan tetapi dari pantauan Tribun/Sripoku.com, mobil dari pihak kepolisian sudah datang sejak sejaman yang lalu.
Namun pihak kepolisian tidak keluar dari mobil sehingga membuat pengendara tetap kebingungan.
Menurut warga setempat tower listrik tersebut jatuh sejak sore tadi pukul 17.30 WIB.
Sehingga kondisi saat ini listeik rumah warga disekitaran jalan ini telah di padamkan oleh pihak PLN pukul 18.00 WIB.
Selain itu, menurut warga setempat Tower yang tumbang tersebut sudah lama tidak hidup.
Akan tetapi saat seorang petugas PLN datang menyampaikan kepada warga setempat seluruh listrik di dekat tersebut tetap harus di padamkan agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.
Hingga sampai saat berita ini diturunkan tower ini belum bisa di evakuasi lantaran digenangi banjir yang dalam.
Dan masih banyak pengendara yang tetap berani melewati tower dalam kondiri digenangi banjir tersebut meskipun sudah diperingati warga yang sedang berjaga.
"Lah banyak dek kami ni ngomongi tapi mak mano ado yang denger ado yang dak karena nak cepat tadi tu malah polisi dk turun juga jadi yo sudah lah yang penting kami sudah peringati," ujar Ardi saat di wawancarai sambil mengatur mobil yang hampir melewati jalan ini.