Dempo Terjajah dengan Paradigma Antropogen

Kabar tentang Gunung Dempo menguap menjadi berita nasional, lantaran telah terjadi beberapa peristiwa penyerangan ha­ri­mau Sumatera

ist
Dr. Muhamad Erwin, S.H., M.Hum. 

Dempo Terjajah dengan Paradigma Antropogen

Dr. Muhamad Erwin, S.H., M.Hum.

Dosen Politeknik Negeri Sriwijaya, Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, dan STIHPADA

Kabar tentang Gunung Dempo belum lama ini menguap menjadi berita nasional, lantaran pa­da waktu yang tidak begitu lama berselang telah terjadi beberapa peristiwa penyerangan ha­ri­mau Sumatera terhadap beberapa orang di wilayah perbatasan di antara kawasan hutan Gu­nu­ng Dempo dengan perkebunan teh yang dikelola PTPN VII dan perkebunan kopi masyarakat Pagar Alam.

Menyikapi fakta sedemikian, telah dilakukan perburuan yang tidak menutup ke­mung­kinan untuk mematikan harimau Sumatera di Gunung Dempo tersebut, karena pen­ca­rian­nya dilengkapi dengan menggunakan senjata api laras panjang.

Penyikapan ini begitu ber­sifat antropogen, dalam artian menitikberatkan pada cara pandang kepentingan manusia se­mata.

Padahal pokok permasalahan keguncangan ini terletak pada suatu bentuk konflik hak atas ruang hidup (lebensraum) di antara manusia dengan satwa di Gunung Dempo dan Bukit Ba­risan.

Peristiwa berturut-turut tersebut tidak terlepas dari semakin menyempitnya ruang hidup sat­wa-­satwa di Gunung Dempo sebagai benteng terakhir yang dengan sendirinya pula telah me­mis­kinkan kebutuhan hidup satwa-satwa tersebut sehari-hari.

Padahal keberadaan manusia di­ciptakan Tuhan adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi ini.

Khalifah yang dimaksud a­da­lah terletak pada pengembanan peran manusia untuk menjaga peradaban di muka bumi ter­masuk dalam menjaga kelestarian alam beserta isinya.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved