IRT Muda di Jakabaring Ini Tak Sadar Motornya Sudah Dicuri

Seorang IRT yang usianya masih muda tak sadar telah kehilangan motor yang berada di parkiran rumahnya.

IRT Muda di Jakabaring Ini Tak Sadar Motornya Sudah Dicuri
sripoku.com/andyka wijaya
Seorang IRT ketika melapor ke pengaduan Polrestabes Palembang, melaporkan motornya yang hilang, Selasa (24/12). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi, kali ini korbannya seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tinggal di Jl Demak, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring Palembang.

Menurutnya, saat melapor ke pengaduan Polrestabes Palembang, kejadian ini terjadi di parkiran kontrakkan yang ada di Kecamatan Jakabaring, Senin (23/12/2019) sekitar pukul 02.30.

"Waktu kejadian motor saya terkunci stang saja di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," katanya, Selasa (24/12/2019) kepada petugas.

Coba Berlari, Tersangka Curanmor di Lawang Kidul Muaraenim Ini Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Lanjutnya, saat kejadian tidak ada saksi mata di lapangan, lantaran semua orang sedang tidur di dalam rumah dan kontrakannya masing-masing.

Bahkan pelapor tidak mendengar suara motor Honda BeAT dengan nopol BG 6498 ACJ miliknya yang dibawa kabur maling.

"Ya saya tidak tahu kalau motor saya sudah dicuri, barulah ketahuan ketika suami saya pulang kerja dan menanyakan motor yang saya parkirkan di TKP tidak ada," ungkapnya kembali.

Mendengar kata-kata dari suaminya, pelapor langsung mengecek dan mencari motornya di sekitar TKP.

"Sudah dicari sekitar TKP tapi tidak ketemu motor saya itu, sehingga saya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Besar Kota (Polrestabes) Palembang ini untuk melaporkan kejadian tersebut," ungkapnya.

Satu Bulan Buron, Curanmor di Muaraenim Ini Berhasil Ditangkap, Malah Ditembak

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait Curanmor yang dialami korban.

"Laporan sudah diterima oleh anggota piket kita selanjutnya laporan polisi ini akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang, untuk pelakunya akan dikenakan hukuman penjara selama lima tahun penjara,"ungkapnya.

Heri juga menghimbau kepada masyarakat Palembang agar lebih waspada dan berhati-hati untuk kasus seperti ini.

"Masyarakat wajib memarkirkan motornya di tempat yang aman dan ramai, sehingga aman dari aksi curanmor," tutupnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved