Sebab Satwa Hutan Lindung Sumsel Terusik

Gubernur Sumsel Herman Deru dan Dua Jenderal Ungkap Fakta Baru soal Teror Harimau di Pagaralam

Gubernur Sumsel Herman Deru dan Dua Jenderal Ungkap Fakta Baru soal Teror Harimau di Pagaralam

Editor: Hendra Kusuma
Istimewa/antara
Fakta Baru Pasca Mustadi Tewas Diterkam Harimau: Ada 8 Fakta Temuan BKSDA, Si Nenek Marah 

Gubernur Sumsel Herman Deru dan Dua Jenderal Ungkap Fakta Baru soal Teror Harimau di Pagaralam

SRIPOKU.COM-Tercatat ada 13  kasus Teror Harimau di Pagaralam, namun hanya 4 Teror Harimau yang benar-benar menelan korban.

Tercatat ada 4 korban serangan harimau di mana diantaranya 3 orang tewas atas nama Kuswanto, Yudiansyah dan Mustadi, sementara satu orang bernama Marta justru selamat meski mengalami luka. Keempat kasus diatas menurut Gubernur Herman Deru, terjadi kontak antara manusia dan harimau di perbatasan areal Hutan lindung di Pagaralam dan Lahat serta Semende Muaraenim.

Namun 9 kasus Teror Harimau lainnya, diduga masih sebatas hoax dan trauma dari warga Pagaralam akan informasi penampakan harimau dan juga akumulasi dari serangan-serangan harimau yang menewaskan tiga korban beberapa waktu lalu, setidak antara rentang waktu dari 16 November hingga 13 Desember kemarin.

Meski demikian dampak dari Teror Harimau itu berimbas kepada kondisi wisata di Pagaralam yang sepi karena wisatawan takut berkunjung. Untuk itulah, Gubernur Sumsel Herman Deru dan Dua Jenderal berkunjung ke Pagaralam dan Ungkap Fakta Baru, soal Teror Harimau di Pagaralam

Gubernur Sumsel Herman Deru mengimbau agar Warga Kota Pagaralam dan sekitarnya diharapkan tidak terpancing dengan isu yang belum jelas kebenarannya (hoax) terkait dengan teror harimau Sumatera yang saat ini marak beredar dari mulut ke mulut atau melalui media sosial (medsos).

Harapan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru ketika memimpin rapat koordinasi (Rakor) terkait dengan penanganan hewan buas khususnya harimau Sumatera yang berlangsung di Rumah Dinas Walikota Pagaralam, Kamis (19/12) malam.

“Masyarakat tidak perlu takut yang berlebihan, tetaplah beraktivitas seperti biasa. Namun tetap waspada dan tidak boleh beraktivitas seorang diri."

"Besok (Jumat, 20/12) pagi saya ajak seluruh masyarakat Pagaralam untuk ikut dalam kegiatan sepeda santai. Ini merupakan salah satu bentuk kampanye kita yang menandakan Kota Pagaralam aman untuk dikunjungi,” tegas Gubernur H Herman Deru.

Dalam rakor yang dihadiri juga oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto, Pangdam II Sriwijaya Mayor Jendral TNI Irwan, Anggota DPRD Provinsi Sumsel H Alfrenzi Panggarbesi, Rudi Hartono, Aswari Rifai, David Hardianto, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni, Wakil Walikota Muhammad Fadli, Bupati Lahat Cik Ujang dan Wakil Bupati Lahat H Haryanto tersebut, Gubernur Sumsel Heman Deru menegaskan bahwa, pada dasarnya antara manusia dengan alam terjadi interaksi yang saling berkaitan.

Demikian juga dengan warga yang bermukim di wilayah Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat dan sekitarnya juga merupakan bagian dari alam itu senditi yang di dalamnya ada sejumlah mahluk hidup lainnya dengan habitatnya masing-masing salah satunya harimau.

“Manusia itu sahabat alam, masyarakat pagaralam ini juga sahabat harimau, harimau tidak akan menyerang jika habitatnya tidak terganggu. Karena itu, masyarakat saya minta jangan sekali-kali mengganggu habitat harimau. Demikian juga dengan perusahaan, jika ada perusahaan yang merusak hutan atau alam saya akan berikan teguran langsung,” tegas Gubernur.

Herman Deru Laporkan Soal teror harimau ke Menteri KLHK

Gubernur menyebut berdasarkan sejumlah fakta yang didapatnya dari laporan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, tidak bernar adanya isu ada tujuh harimau Sumatera yang berkeliaran meneror warga. Apalagi sampai berkelompok, sebab harimau lanjut Gubernur, tidak berjalan secara berkelompok.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved