Berita PALI

Sosmed Pengaruhi Aksi Pencabulan, Pelecehan Seksual pada Anak dan Perempuan serta Narkoba di PALI

Sepanjang tahun 2019, tercatat ada sebanyak 25 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sosmed Pengaruhi Aksi Pencabulan, Pelecehan Seksual pada Anak dan Perempuan serta Narkoba di PALI
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi korban pelecehan seksual. Sosmed Pengaruhi Aksi Pencabulan, Pelecehan Seksual pada Anak dan Perempuan serta Narkoba di PALI 

Hal tersebut selain bertujuan untuk mensosialisasikan ke sekolah dan ibu PKK, guna bertujuan agar orang tua lebih memperhatikan anaknya, karena pengawasan itu sangat penting.

"Untuk menyadarkan masyarakat, karena Itu (kekerasan) melanggar UU yang ancaman hukumanny 5 tahun penjara," jelasnya.

TEROR Pelecehan Seksual Video Call Mesum Via WhatsApp Viral, Korban Mahasiswi Jogja Sampai Alami Ini

Sebagai upaya, antisipasi Rini Psikolog yang ada di Kabupaten PALI, Rini menambahkan, bahwa kedepankan komunikasi.

Misalnya, hubungan suami istri, komunikasi itu sangat penting, sehingga tak terjadi KDRT.

"Selain itu, kita juga mengutamakan saling tenggang rasa jika dibidang ekonomi," ungkap Rini.

Terhadap anak, lanjut dia, hal terpenting adalah pengawasan dari orang tua.

Karena, menurut dia, di era millenial dunia digital anak bisa mengakses semuanya.

"Penting untuk kita mengontrol anak. Berusaha jadi kawan bagi anak, sehingga jadi mereka menjadi nyaman," ujarnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved