Berita PALI

Sosmed Pengaruhi Aksi Pencabulan, Pelecehan Seksual pada Anak dan Perempuan serta Narkoba di PALI

Sepanjang tahun 2019, tercatat ada sebanyak 25 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sosmed Pengaruhi Aksi Pencabulan, Pelecehan Seksual pada Anak dan Perempuan serta Narkoba di PALI
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi korban pelecehan seksual. Sosmed Pengaruhi Aksi Pencabulan, Pelecehan Seksual pada Anak dan Perempuan serta Narkoba di PALI 

Sosmed Pengaruhi Aksi Pencabulan dan Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan di PALI

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI - Sepanjang tahun 2019, tercatat ada sebanyak 25 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual pada anak seperti, pelecehan dan percobaan pencabulan masih kerap dirasakan warga di Bumi Serapat Serasan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten PALI, Yenni Nopriani melalui Eka staf Pusat pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) mengatakan, dari 25 kasus didominasi KDRT 15 Kasus, suami istri 11 kasus dan 4 kasus pasung atau penelantaran dalam keluarga.

Selain anak terlibat narkoba, zat adiktif dan lainnya (Nabza) ada 1 kasus, kekerasan seksual pada anak seperti, pelecehan, percobaan pencabulan ada delapan (8) kasus.

Pelecehan Seksual Dominasi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Muratara

"Bahkan, pernah juga ada satu kasus Percobaan Perdagangan Manusia (Human Trafficking) di PALI. Beruntung, segera di ketahui," ungkap Eka, Kamis (19/12/2019).

Menurut dia, ada beberapa penyebab hingga terjadi kekerasan, seperti faktor Sosial media (Sosmed) melalui handphone selain lingkungan dan keluarga.

"Faktor Bully, baik di Sekolah dan lingkungan, keluarga serta ekonomi. Namun yang lebih parah, menjudge anak selalu salah. Hal ini sangat mempengaruhi mental anak," ujarnya.

Dari itu, menekan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, DPPKB-PPPA PALI telah membentuk Satgas Perdana (Perlindungan Perempuan dan anak) yang di ketuai ibu Kades.

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved