Berita Lahat

Diduga Berasal Dari Aktifitas Tambang , Sawah dan Rumah Warga Arahan-Lahat Terendam Lumpur

Kenapa kita berani menduga dari tambang batubara karena selama ini meski hujan deras tidak pernah ada lumpur. Kalaupun banjir itu cuman Air

Diduga Berasal Dari Aktifitas Tambang , Sawah dan Rumah Warga Arahan-Lahat Terendam Lumpur
SRIPOKU.COM/Ehdi Amin
Rumah dan sawah warga arahan dipenuhi lumpur diduga dari perusahaan yang melakukan aktifitas penambangan batubara. 

Laporan Wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT -Hujan yang mengguyur Wilayah Merapi Timur, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Selasa (17/12) malam menjadi petaka bagi warga di desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur, Lahat. Pasalnya, sawah dan rumah milik warga setempat direndam lumpur. Warga menduga lumpur tersebut berasal dari aktifitas tambang batubara yang ada dihulu desa.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan setidak ada 10 rumah dan satu sawah milik warga terendam lumpur. Hal tersebut juga seperti dikatakan Sulastri, warga Arahan. Dikatakanya, seperempat hektar sawah miliknya kini terendam lumpur. Sawah yang terendam tersebut rusak sehingga rencana ia dan keluarga untuk menanam padi terancam gagal. Dikatakan Sulastri, ia dan warga desa lainya menduga lumpur tersebut berasal dari perusahaan tambang.

"Kenapa kita berani menduga dari tambang batubara karena selama ini meski hujan deras tidak pernah ada lumpur. Kalaupun banjir itu cuman Air. Banyak rumah warga yang terendam, "ungkapnya, Rabu (18/12).

Dirinya sendiri meminta jika lumpur tersebut dari tambang pihak perusahaan bertanggungjawab atas lumpur tersebut terlebih sudah merusak sawah dan masuk kerumah rumah warga. "Ya katanya perangkat desa sama perusahaan yakni PT Golden Great Borneo dan PT Banjarsari Pribumi sedang mengecek asal limbah. Jika bener dari perusahaan kita minta meraka tanggungjawab, "tegasnya.

Senada, Kepala Desa Arahan, As'ar Mustopa, mengatakan ada sekitar 10 rumah yang melapor terendam lumpur dan satu bidang sawah. Laporan tersebut kata dia sudah dikroscek ke lapangan dan memang bener ada lumpur. Dikatakan As'at, selain sudah merugikan lantaran sudah menganggu aktifitas warga, lumpur juga sudah mengotori rumah dan merusak alat elektronik warga. Bahkan, lumpur juga merendam warung Joni, akibatnya barang jualan seperti pupuk basah.

"Sejauh ini laporan yang ada rumah yang terendam banjir milik Suryadi. Yus. Fatir. Ashar. Warung Joni. Mes BSS, Rumah Milik Yanto. Hafis dahlan dan sawah milik Sulastri. Sejauh ini diduga dari dua perusahaan tapi kini sedang dipastikan,"ujarnya.

Sementara, PT Golden Great Borneo, perusahaan yang diduga warga menjadi penyebab asal lumpur kini sedang melakukan imvestigasi di lapangan. Hal itu seerti dikatakan General Manager PT GGB, Erwin Mulyanto. "Saat ini lagi diinvestigasi ke lapangan oleh team. Jika memang dari kita (Perusahaan PT GGB) akan segera diperbaiki supay jangan tambah parah, "ujarnya.

Senada, Humas PT Banjarsari Pribumi, Zaman, menuturkan jika saat ini masih dalam proses pengecekan oleh tim teknis perusahaan, pengurus desa dan pemilik lahan terkait sumber lumpur yang membanjiri rumah dan sawah warga. "Saat ini tim sedang mengecek ke lapangan. Nanti kalau sudah akan kita sampaikan. Trims sudah minta konfermasi, "ujar Emil, melalui pesan watshapp. Cr22

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved