Human Interest Story

Komunitas Guru Digital PALI Sabet Juara 1 Nasional, Miliki 900 Pengikut dan Ditonton 12 Ribu Kali

Akbar mengaku selama 4 hari di Jakarta, mereka mendapatkan pelatihan mengenai menemukan visi-misi komunitas yang dibangun.

SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA/Handout
Akbar dan Ranita mewakili Komunitas Guru Digital Kabupaten PALI menerima penghargaan sebagai juara 1 tingkat nasional. 

KOMUNITAS Guru Digital atau Digital Education Community yang berasal dari Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhasil menorehkan prestasi terbaik, dengan menyabet Juara 1 tingkat nasional usai mengikutikompetisi Doing Good Challenge yang diselenggarakan oleh Indorelawan dan Paragon Technology and Innovation. Mereka mengedepankan Ide Proyek sosial dengan melatih guru membuat konten pembelajaran interaktif.

Diinisiasi Muhammad Akbar Rafsanzani (SD Negeri 3 Abab) dan Ranita Sari (SMA Negeri 1 Talang Ubi) berfokus dalam pengintegrasian teknologi di sekolah dengan menerapkan dua nilai utama yaitu #SharingStory dan #TeacherEmpowerment, berbagi inspirasi dan berdaya bersama. Akbar mengatakan, dari 380 lebih ide aksi sosial baik di seluruh Indonesia, Digital Education Community berhasil masuk menjadi 12 besar ide inovatif dan solutif dan keluar sebagi juara.

Menurut dia, dengan proyek sosial bertajuk Teaching Challenge Video, pelatihan pembuatan bahan ajar digital berbasis video, ia bersama rekannya Ranita selaku inisiator berangkat ke Jakarta guna mendapatkan mentoring mengenai pelaksanaan proyek sosial.

"Saya dan Buk Ranita mewakili komunitas mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerjasama para relawan dan peserta Teaching Challenge Video hingga mendapatkan predikat juara 1 tingkat nasional," ungkap Akbar usai menghadiri penganugerahan juara pada kegiatan Festival Relawan di Kuningan City Mall, Sabtu (14/12/2019) malam kemarin.

Akbar mengaku selama 4 hari di Jakarta, mereka mendapatkan pelatihan mengenai menemukan visi-misi komunitas yang dibangun (logical framework), kepemimpinan (mindful leardship), pendanaan(fundraising), mengembangkan komunitas (scale up community) dan managemen relawan (volunteer management).

Selanjutnya, tahap implementasi, dirinya melaksanakan ide aksi sosial di wilayah Kabupaten PALI. Dimana, Teaching Challenge Video merupakan rangkaian aksi baik untuk meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan teknologi di sekolah.

"Adanya kampanye media sosial dengan #BantuGuruBelajarLagi yang diikuti oleh 50 lebih postingan di instagram siswa-siswa Kabupaten PALI yang bercerita mengenai guru favorit mereka yang didukung untuk terus belajar," jelasnya.

Kegiatan ini, lanjut dia, juga menyeleksi peserta pelatihan melalui video motivasi diri yang diunggah di sosial media sebagai bahan riviu pengetahun awal mengenai teknik pengambilan video. Selain itu, melalui tim talenta, dipilih 30 guru terbaik di Bumi Serapat Serasan untuk dilatih dalam pembuatan storyboard and script, model pembelajaran kreatif, teknik video editing dan pemanfaatan media digital untuk pembelajaran.

"Kegiatan ini selama di Jakarta melalui daring dan tatap muka, peserta dibekali inpirasi dan pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi di sekolah," jelasnya.

Sementara, Ranita menambahkan, saat berada di Jakarta, melalui bimbingan fasilitator yang merupakan Sahabat dan Duta Rumah Belajar Sumatra Selatan, peserta mendapatkan pengalaman dalam merencanakan, memproduksi dan mempublikasi hasil karya video pembelajaran interaktif. Kegiatan ini dirancang menjadi prototipe pemanfaatan teknologi di sekolah seperti dengan memanfatkan zoho form sebagai absen online, mini-kuesioner dengan menti meter dan google form, ice breaking dengan kahoot dan quizizz.

"Kami juga diberikan inspirasi pengalaman terbaik dalam menggunakan teknologi di sekolah seperti pemanfaatan vlog social experiment, random generator, rumah belajar, penilaian berbasis android, flipped classroom dengan qr code, virtual reality dan lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, secara berkelompok, setiap peserta saling membantu dalam proses pengambilan gambar, editing video dan produksi video. Melalui akun youtube komunitas, video pembelajaran interaktif diunggah dan disebarkan ke guru dan siswa. "Kurang dari satu minggu, antusiasme dan digital engagement yang didapatkan sangat luar biasa," ujarnya.

Dikatakan, ada lebih dari 900 pengikut dengan total penonton 12 ribu kali ditonton. Hal ini membuktikan, potensi dan pengemasan materi ajar digital yang dibuat oleh guru-guru di Kabupaten PALI sangat layak ditonton dan dinikmati sebagai sarana pembelajaran abad 21," katanya menambahkan. (cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved