Berita Ogan Ilir

Perjuangan Guru SDN 23 Pemulutan Ogan Ilir, Dirikan Kelas Darurat di Tengah Sawah Demi Siswa Belajar

Sebanyak 140 siswa yang terdiri dari kelas 1 hingga 6 SD Negeri 23 Pemulutan, Ogan Ilir terpaksa belajar di bawah tenda darurat

Perjuangan Guru SDN 23 Pemulutan Ogan Ilir, Dirikan Kelas Darurat di Tengah Sawah Demi Siswa Belajar
SRIPOKU.COM/RESHA
Suasana siswa SD Negeri 23 Pemulutan, Ogan Ilir saat proses belajar mengajar di tenda darurat. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Sebanyak 140 siswa yang terdiri dari kelas 1 hingga 6 SD Negeri 23 Pemulutan, Ogan Ilir terpaksa belajar di bawah tenda darurat. Tenda tersebut dibangun di atas lahan yang telah dibersihkan warga tak jauh dari lokasi sekolah, tepatnya di Desa Babatan Saudagar, Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.

Pantauan di lapangan, Senin (16/12/2019), di bawah tenda tersebutlah para guru mengajar siswanya. Tempat tersebut jika hujan, maka akan menimbulkan becek dan agak sulit masuk meskipun berjalan kaki.

Kepala SD Negeri 23 Pemulutan, Sukri menuturkan jika para siswa tersebut memang sengaja diungsikan ke sana agar proses belajar mengajar tak terganggu. Sebab, gedung sekolah mereka tengah direnovasi.

PALI dan Palembang Sasaran Kurir Narkoba Asal Malaysia

Belum Ada yang Melapor, BKSDA Sumsel Pastikan Penampakan Buaya di Sungai Musi Kabar Hoaks

Kronologi Seorang Kades di PALI Tabrak Warganya Hingga Tewas, Dipicu Persoalan Pohon

"Kami lagi renovasi gedung sekolah, ada penambahan lokal dan perbaikan atap yang bocor," ujarnya saat diwawancarai.

Ia mengatakan, gedung sekolah tersebut diperbaiki sejak 22 September lalu. Waktu itu, pengerjaan belum sepenuh sekarang.

"Jadi masih bisa pakai lokal sebelah-sebelah, bergantian," tambahnya.

Namun pada saat pengerjaan penuh pada awal bulan November, mereka terpaksa mengungsikan siswanya. Namun, mereka kesulitan mencari tempat sementara.

"Waktu itu bersama Komite dan Warga, akhirnya kami memutuskan untuk membangun tempat sementara di sini," tambahnya.

Kayu dan terpal yang dipakai, merupakan sumbangan dari warga. Untuk membuka dan membersihkan lahan, juga dibantu oleh masyarakat.

Amankan Natal dan Tahun Baru, Polda Sumsel Sebar Penembak Jitu dan Satgas Pangan

Ada Hal yang Aneh Terjadi di Aplikasi Google Maps, Pria Ini Temukan Hal Janggal!

Halaman
12
Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved