SFC Update

Ditawari Latih Sriwijaya FC Begini Jawaban Budiarjo Thalib: di Palembang Tiap hari ke Pempek Candy

Ditawari Latih Sriwijaya FC Begini Jawaban Budiarjo Thalib: di Palembang Tiap hari ke Pempek Candy

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ditawari Latih Sriwijaya FC Begini Jawaban Budiarjo Thalib: di Palembang Tiap hari ke Pempek Candy 

Ditawari Latih Sriwijaya FC Begini Jawaban Budiarjo Thalib: di Palembang Tiap hari ke Pempek Candy

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Sempat kesulitan dihubungi akhirnya Pelatih Budiardjo Thalib akhir angkat bicara soal pinangan dari Sriwijaya FC.

Seperti diketahui, Pasca manajemen Sriwijaya FC melakukan fit and propertes terhadap dua pelatih yakni Kas Hartadi dan Budiardjo Thalib, di Grand Kemang, Jakarta, Minggu (15/12) lalu, maka coach Budiardjo Thalib menyatakan keseriusan.

Budiardjo Thalib mengaku sangat antusias melatih Laskar Wong Kito julukan dari Sriwijaya FC.

Menurut Budiardjo Thalib jika memang jodoh maka dia akan tiap hari ke Pempek Candy, sebab selama babak 8 besar dia selalu mampir ke Pempek Candy menikmati makanan khas Palembang tersebut.

Diakui Budiardjo Thalib memang ada tawaran dari manajemen Sriwijaya FC.

"Ketika saya ditelepon, saya sangat antusias. Melihat Manajer Pak Hendri, Pak Jamal dan Pak Indrayadi begitu serius, kenapa saya tidak."

"Saya sangat antusias mendapat tawaran bergabung dengan Sriwijaya yang telah memiliki nama besar, kepingin sekali," ungkap pelatih yang baru saja berhasil menghantarkan Persik Kediri lolos naik ke Liga 1.

Menurut Budiardjo Thalib pria kelahiran Makassar 4 Juli 1970 ini, akan semakin bagus jika waktu persiapan pembentukan tim lebih panjang.

"Ya saya kemarin waktu ditawari melatih Persik lima hari jelang kompetisim Sebenarnya lebih bagus persiapannya panjang waktunya."

"Banyak yang perlu dibenahi, persiapan strategi, fisik, mental. Terpenting menyiapkan materi pemain," kata mantan pelatih PSM.

Diakui Budiardjo Thalib, Bapak 3 anak (Andini Marshanda Ramadhani, Aditya Futsal Ramadhan, Aerin Fiza) buah pernikahannya dengan Rahma Ningsih berharap doa dan dukungan masyarakat Sumsel,

Jika dirinya berjodoh di Sriwijaya FC nantinya.

"Mohon doanya aja, dukungan masyarakat, suporter." kata Budiardjo Thalib.

Mudah-mudahan bisa mewujudkan lolos Liga 1. Wah suporter kayaknya komen masih berharap mas Kas Hartadi ya," kata Budiardjo melihat pemberitaan instagram.

Meski begitu, Budiardjo Thalib mengaku memiliki kesan dengan Kota Palembang saat membawa tim Liga 1. Seperti saat menjadi Asisten Pelatih Persija imbang 2-2 di Tahun 2018.

Selanjutnya Budiardjo Thalib juga mengatakan, Sriwijaya FC adalah tim kuat.

"Kami main imbang 2-2 itu pertandingan berkesan. Kemudian waktu saya membawa Tim PSM Makassar 2016, kala itu detik-detik kekalahan dengan Sriwijaya FC."

Selain itu, Budiardjo Thalib mengaku selama di Palembang dia sangat suka pempek.

"Dengan Kota Palembang ini pastinya suka makanannya pempek. Tiap hari ke Pempek Candy waktu laga 8 besar kemarin itu."

Terkait dengan pembangunan di kota Budiardjo Thalib yang musim ini membawa promosi Persik kediri ke Liga 1 2020 mengakui sangat pesat.

"Pembangunan di Palembang cukup maju pesat, penekanan pembangunannya. Dari Amperanya, ruang ganti, bends dan stadion. Hanya saja penataan kotanya agak macet," tuturnya.

Sepak terjang mantan Budiardjo Thalib yang tercatat pernah menjadi asisten pelatih PSM Makassar ini, tak perlu diragukan lagi, sebab ia telah wara-wiri di berbagai klub sepak bola sebagai pemain, seperti PSIS Semarang di tahun 1992.

Selain itu, Budiardjo Thalib  juga sudah berkarir sebagai pelatih sejak tahun 2007 silam.

Diungkapkan Budiardjo Thalib,  banyak problem saat pertama kali menjadi pelatih Persik Kediri.

Sebab Budiardjo Thalib datang seminggu sebelum kompetisi Liga 2 bergulir untuk menggantikan posisi pelatih sebelumnya, Nasal Mustofa.

"Padahal tim sudah terbentuk dengan 27 pemain. Jadi awalnya saya juga kebingungan," kenang Budiardjo.

Akan tetapi, butuh dua hari bagi Budiardjo untuk mendekatkan diri kepada anak asuhnya yang baru dikenal.

Di mana pendekatan yang dilakukan dengan mengetahui karakter individu pemain sesuai posisi di lapangan.

Setelah itu, ia juga mempelajari bagaimana gaya permainan anak asuhnya ketika mengolah sih kulit bundar.

Hasilnya pun cukup mengejutkan dengan sukses mendulang kemenangan perdana di kandang sendiri dengan skor 4-0 atas PSBS pada laga pembuka Liga 2.

"Awal kesulitan saya datang dengan tangan kosong di Kediri." ujarnya.

Alhamdulillah setelah pendekatan-pendekatan saya dapat bentuknya tim dengan pemain yang ada," papar Budiardjo yang juga mantan asisten pelatih PSM era 2016.

Budiardjo memang boleh dikata bukan pelatih sembarangan. Berikut ini perjalanan karis Budiardjo Thalib yang membuatnya menjadi pelatih spesialis mempromosikan tim-tim dari kasta Liga 3 dan Liga 2.

Biodata Budiardjo Thalib:

Karir Pemain

1. PSM Yunior 1989

2. Pra PON Sulsel 1991

3. PSIS Semarang 1992

4. Persibat Batang 1993-1994

5. PSIR Rembang 1995

6. Persiku Kudus 1996-1997

7. Maratex Pekalongan 1998-1999

8. Persid Jember 2002

9. Timnas Futsal 2003-2004 (Kejuaraan Dunia di Kuala lumpur, Kejuaraan Asia Tenggara di Kelantan Malaysia dan Kejuaraan Asia di Teheran, Iran)

Karir Pelatih

1. PSM U-15 di Yogyakarta, juara tiga nasional 2007

2. PSM U-18 Kejuaraan Soeratin Cup

3. Persi Parepare 2008 (Devisi 2)

4. Persiko Kota Baru Devisi I 2009 (Lolos Devisi Utama)

5. Perssin Sinjai Devisi Utama 2011-2012

6. Cilegon United Devisi II Nasional 2013 (Juara Promosi ke Devisi I Masional)

7. Bontang FC 2013

8. Perssu Sumenep Liga Nusantara 2014 (Lolos ke Devisi Utama)

9. Diklat PPLP Makassar 2015 (Kejuaraan Antar Diklat se Indonesia di Bangka Belitung)

10. PSM Makassar 2016 (Asisten Pelatih)

11. Persipura 2018 (Copa Indonesia dan Piala Presiden 2018, Asisten Pelatih)

12. Pelatih Kepala Persik Kediri Juara Liga 2 2019 (Promosi Liga 2020)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved