Cegah Korban Terus Berjatuhan, BKSDA Diminta Tangkap Harimau

Dampak dari serangan demi serangan ini membuat hampir seluruh masyarakat Pagaralam dan Lahat saat ini takut untuk bekerja di kebun.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Soegeng Haryadi
Kolase Sripoku.com
Warga Lahat tewas diterkam harimau 

PAGARALAM, SRIPO -- Terkait banyaknya serangan Harimau Sumatera akhir-akhir ini baik diwilayah Kota Pagaralam maupun Kabupaten Lahat membuat masyarakat menjadi takut atas teror hewan buas ini. Bahkan sudah ada tiga korban meninggal akibat serangan Harimau tersebut.

Dampak dari serangan demi serangan ini membuat hampir seluruh masyarakat Pagaralam dan Lahat saat ini takut untuk bekerja dikebun. Pasalnya warga khawatir akan menjadi korban keganasan herwan buas tersebut.

Untuk itu warga mendesak pihak terkait yaitu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel untuk segera bertindak tegas dengan menangkap Harimau tersebut. Pasalnya jika tidak maka ketakutan akan teror Harimau ini akan terus menghantui masyarakat.

Totok (60) warga Pagaralam meminta pihak BKSDA dapat melalukan upaya penangkapan Harimau yang sudah meresakan warga tersebut. Pasalnya jika tidak maka mata pencaharian mayoritas masyarakat Pagaralam dan Lahat akan lumpuh.

"Masyarakat saat ini takut untuk pergi kekebun. Karena harimau yang terus meneror warga dan sudah memakan korban itu belum juga ditangkap," ujarnya.

Masyarakat hanya ingin kembali merasa aman saat bekerja dikebun atau diladang. Saat ini warga selalu dihantui rasa takut jika ingin masuk kekebun meskipun jauh dari kawasan hutan lindung.

"Jangankan pergi kekebun, saat ini saja masuk kekebun yang dekat dengan permukiman saja warga takut. Pasalnya harimau itu masih berkeliaran," katanya.

Masyarakat tidak bisa berbuat banyak, pasalnya jika harus memburu hewan tersebut terganjal aturan undang-undang. Jadi hanya pihak BKSDA yang bisa melakukan tindakan tegas kepada Harimau tersebut.

"Mereka yang punya wewenang untuk menangkap bahkan memburu hewan itu. Jadi kami masyarakat berharap banyak kepada BKSDA untuk bisa memberikan rasa aman kepada kami petani ini," ungkapnya.

Sementara beberapa waktu lalu, Wahid salah satu petugas BKSDA mengatakan, jika dalam keadaan terdesak masyarakat boleh saja membunuh Harimau tersebut. Namun pada saat terdesak bukan dengan cara diburu.

"Boleh dibunuh jika dalam keadaan terdesak seperti kita akan diserang olehnya. Namun jika sengaja diburu itu tidak diperbolehkan," tegasnya. (one)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved