Mengapa Orang Inggris Makan Ayam Kalkun untuk Perayaan Natal?

Bagi orang Inggris, makan malam Natal identik dengan sajian kalkun panggung. Ternyata sejarah kalkun jadi budaya orang Inggris dalam merayakan Natal p

https://ayamkalkunkita.blogspot.com/
Bagi orang Inggris, makan malam Natal identik dengan sajian kalkun panggung. 

SRIPOKU.COM - Sajian kalkun untuk perayaan Natal sudah jadi budaya tersendiri, khususnya untuk orang Inggris.

Bagi orang Inggris, makan malam Natal identik dengan sajian kalkun panggung. Ternyata sejarah kalkun jadi budaya orang Inggris dalam merayakan Natal punya alur waktu yang panjang.

Dilansir dari metro.co.uk, semua berawal pada tahun 1520-an. William Strickland yang berasal dari daerah Yorkshire, mendapatkan enam kalkun dari pedagang orang Indian saat berada di benua Amerika.

Ayam Panggang Saus Mayo

Mau Mencapai Kondisi Keuangan yang Prima di Tahun 2020? Lakukan 4 Hal Ini Sekarang

Ia pun memperkenalkan spesies baru tersebut pada masyarakat Inggris. Sebelum kedatangan kalkun, masyarakat Inggris biasanya memakan kepala babi, angsa, ayam, sapi, atau burung merak saat jamuan Natal.

Kalkun jadi pilihan sajian Natal karena pada saat itu, para peternak menyadari bahwa akan lebih efektif bagi operasional peternakan untuk menjual kalkun jadi hewan potong.

Ayam dan sapi dibiarkan hidup agar bisa memproduksi susu dan telur yang nantinya bisa dijual kembali.

Hingga pada abad ke-16, Raja Henry VIII menjadi raja Inggris pertama yang memasukkan kalkun ke dalam menu jamuan Natal. Raja Edward VII melanjutkan hal ini dan bahkan mempopulerkan konsumsi kalkun pada abad ke-19.

Namun penggunaan kalkun sebagai sumber protein utama dalam perayaan Natal belum populer hingga tahun 1950-an. Seperti dikutip dari home.bt.com, pada masa Ratu Victoria (bertakhta tahun 1837-1901), harga kalkun masih sangat mahal.

Maka dari itu, orang-orang di bagian utara Inggris masih lebih memilih daging sapi panggang. Sementara orang-orang di bagian selatan Inggris memilih angsa dan bahkan masyarakat yang lebih miskin terpaksa menggunakan kelinci.

Dikutip dari express.co.uk, memakan kalkun untuk perayaan Natal dianggap sebagai kemewahan. Pada 1950-an, peternakan kulkan mulai muncul.

Kini tiap tahunnya orang-orang Inggris bisa mengonsumsi sampai 10 juta kakun per tahun. Walau begitu, kalkun bukan makanan tradisional Natal di negara-negara Eropa lainnnya.

Seperti di Portugal yang merupakan negara penghasil makanan laut, sajian khas Natal adalah ikan codfish. Sementara di Jerman, hidangan yang populer adalah babi liar dan rusa. Sementara di Swedia biasanya menggunakan caviar, berbagai macam kerang, serta ikan.

Penulis: Syifa Nuri Khairunnisa

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://travel.kompas.com/ dengan Judul:
Kenapa Orang Inggris Makan Kalkun untuk Natal?

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved