Human Interest Story

Jadi Staf KPU Mura, Fhely Siap Begadang

Dia menuturkan, sebelum masuk "dunia KPU", dia mikirnya kerja di KPU itu pasti tegang dan keras serta banyak sekali beban tugasnya.

Jadi Staf KPU Mura, Fhely Siap Begadang
SRIPO/AHMAD FAHROZI
Fhely Fhionicha 

FHELY Fhionicha, Amd Kes (21) sadar betul konsekwensi ikut dalam penyelenggaraan pemilu kepala daerah (Pilkada). Selain sibuk dengan jadwal KPU yang sangat padat, juga harus siap-siap begadang atau kerja lembur sampai malam. Terutama menjelang kegiatan puncak pilkada. Belum lagi resiko kemungkinan terjadinya keributan saat pilkada berlangsung.

Namun bagi dara cantik jebolan Poltekkes Kemenkes Bengkulu ini, ia siap dengan segala konsekwensinya. Karena itu, dia mendaftar untuk menjadi staf Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musirawas, dan diterima kerja sekitar satu bulan lalu.

"Iya tahu sih konsekwensinya. Tapi aku ingin cari pengalaman dan ingin ngerasain berpartisipasi dalam proses penyelenggaraan pilkada," kata bungsu dari dua bersaudara buah hati pasangan AKP Dedi Suryaman dan Heri Jumiati MPd, kepada Sripo, disela kegiatan sosialisasi yang digelar KPU Musirawas, Kamis (12/12).

Sebagai seorang dara remaja yang beranjak dewasa, dia juga rela menghabiskan hari-harinya dengan kesibukan di Kantor KPU yang terletak di Jalinsum Muara Beliti Kabupaten Musirawas. Jarak tempuh dari rumahnya yang terletak di Jalan Amula Rahayu RT 7 Kelurahan Marga Rahayu Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau, relatif cukup jauh dengan kantor KPU Musirawas.

"Dengan bekerja seperti sekarang ini kan lebih banyak waktu di kantor daripada di rumah. Ya nggak apa-apa, aku ingin belajar punya tanggung jawab sendiri terhadap apa yang kukerjakan. Ambil posirifnya aja, di kantor kita punya teman baru, meski baru sekitar satu bulan jadi staf Sekretariat KPU Musirawas," ujarnya.

Dia menuturkan, sebelum masuk "dunia KPU", dia mikirnya kerja di KPU itu pasti tegang dan keras serta banyak sekali beban tugasnya. Namun setelah masuk ke KPU, perkiraannya keliru. Menurutnya, aktivitas di KPU biasa-biasa saja, tidak seruwet yang dipikrkannya semula.

"Sebelum masuk mikirnya KPU itu kerjanya tegang, beban banyak. Ternyata setelah masuk dengan bantuan kawan-kawan, serasa punya keluarga baru. Segala pekerjaan dilakukan sama-sama, teman-teman di KPU orangnya baik, kental kekeluargaannya," tuturnya.

Kerja sebagai staf di Sekretariat KPU Musirawas, dia diserahi tugas antara lain membantu pengisian suara dalam proses pembuatan video profile anggota KPU. Selain itu, dengan performance fisik yang oke dan gaya bicara yang luwes, dia terkadang diserahi tugas sebagai master of ceremony (MC) dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh KPU.

"Kalau sedang tidak ada kegiatan seperti itu, tugas saya menginput data pemilih yang dikirimkan dari kecamatan-kecamatan di Musirawas," katanya menutup perbincangan. (a farozie)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved