Tewas Diterkam Harimau

Gubernur Sumsel Herman Deru akan Turun ke Lokasi Harimau

Semakin banyaknya teror harimau menjadi perhatian Herman Deru. Gubernur Sumsel ini bahkan sudha bekoordinasi dengan Menteri Kehutanan.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Refly Permana
handout
Korban terkaman harimau yang meregang nyawa ketika diperiksa oleh tim medis setempat. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Keresahan masyarakat Pagaralam dan Lahat kini semakin menjadi pasca ada satu petani yang kembali menjadi korban terkaman Harimau Sumatera, Kamis (12/12/2019). Terlebih kini tercatat setidaknya ada dua kabupaten di Sumsel yakni, Pagar Alam dan Lahat yang diteror oleh harimau Sumatera yang berkeliaran di kebun hingga nyaris mendekati pemukiman warga.

Hal ini turut menjadi Perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Detil Luka yang Diderita Mendiang Mustadi Pasca Diterkam Harimau di Kota Agung Lahat

Gubernur Sumsel, Herman Deru ditengah rapat Paripurna Pengesahan Rancangan APBD 2020 Provinsi Sumsel di Kantor DPRD Provinsi Sumsel, Jumat (13/12/2019) berjanji bahwa Pemerintah tidak akan tinggal diam dengan kondisi masyarakat di tiga kabupaten tersebut.

Ia juga telah menyampaikan kondisi terkini pada Menteri Kehutanan.

"Saya telah menerima informasi setidaknya ada tujuh harimau yang tengah berkeliaran dan membuat masyarakat resah. Namun, ketika berdiskusi dengan Bu Menteri, harimau tidak pernah keluar dari habitatnya hanya saja ada kemungkinan beberapa orang/oknum yang berkebun di habitatnya," ujarnya.

KRONOLOGI Mustadi Tewas Diterkam Harimau, Sedang Ambil Pikat Burung, Harimau Muncul dari Kebun Kopi!

Deru mengaku akan secepatnya turun untuk memantau kondisi Kota Pagar Alam, Muara Enim, dan Lahat serta berupaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat daerah itu sendiri ataupun warga luar.

"Kita akan upayakan bagaimana mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui kegiatan. Tentunya, saat ini masih menanti hasil laporan dari pihak Kepolisan juga, karena ada pula petilasan jejak harimau yang dibuat oleh Manusia," ujarnya.

Selain itu, ia melihat kondisi serupa bukan hanya terjadi di Sumsel. Ada sejenis fenomena alam yang terjadi, seperti di Bogor dan sekitar DKI misalnya teror kobra.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved