Sumsel Masih Impor Daging Sapi, Gubernur Sumsel Herman Deru Geram: 'Potensi Kita Kurang Apa?'

"Seolah kita menjadi orang yang tidak bersyukur. Lahan luas, subur dan lahan rawa juga banyak. Saya minta jangan pernah bercanda," ujar Herman Deru

Editor: Sudarwan
Dok Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri ISIKHNAS (Integrated Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional) dan pelantikan petugas Paramedik Veteriner dan Inseminator Indonesia (PARAVETINDO) di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Rabu (11/12/2019). 

Bupati dan walikota dimintanya untuk segera menyusun program kerja di bidang peternakan dengan perencanaan yang matang dan proporsional.

Herman Deru: Tak Perlu Merayu Saya Datang ke Badan Pusat Statistik

"Saya mohon, uangnya minta dengan saya. Nanti kita akan alokasikan dana untuk pengembangan ternak.

Asal alokasinya jelas dan proporsional. Bupati/walikota segera ajukan programnya asal jelas, saya akan anggaran," imbuhnya.

Terkait dengan potensi peternakan kerbau rawa, Herman Deru menegaskan dibangunnya pusat pengembangan kerbau rawa di Rambutan Kabupaten Ogan Ilir akan menjadi pusat pengembangan teknologi budidaya dan pengolahan hasil, pusat pendidikan dan juga agrowisata diharapkan dapat memajukan pertumbuhan populasi kerbau di Provinsi Sumsel.

“Ada keseriusan yang plus untuk ini, bina perternakan di lapangan, baik itu pembiakan, penggemukan.

Orang yang bisa sukses di perternakan itu karena cinta.

Saya minta besok dan ditunggu laporannya untuk pengembangbiakan ini,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov. Sumsel Ir, Taufik Gunawan, MSi dalam laporannya melaporkan, Workshop ISIKHANAS (Integrated System Informasi Kesehatan Hewan Nasional) dan Pelantikan Petugas PARAVETINDO (Paramefik Veteriner dan Inseminator Indonesia) Sumsel diikuti OPD Pernakan di 17 kab/kota.

Ciduk 65 ASN di Mal Saat Jam Kerja, Kasat Pol PP: Sesuai Instruksi Gubernur Sumsel H Herman Deru

"Upaya Sumsel menjadi lumbung ternak nasional dilakukan melalui program inseminasi buatan dimana di Sumsel, KabupatenOKU Timur menjadi daerah yang paling banyak melakukan inseminasi buatan yang ditandai dengan diterimanya Rekor Muri inseminasi terbanyak di Indonesia," paparnya.

Dia menyebut sepanjang tahun 2019, Sumsel sudah upaya peningkatan hasil ternak melalui Program Upaya Khusus (upsus) Sapi Wajib Bunting (Siwab) dengan target 35 ribu ekor tercapai 44 ribu apseptor.

Sedangkan target sapi bunting dari 24.500 ekor, terialisasi 25 ribu ekor bunting dan target 19 ribu ekor kelahiran tercapai 19.46 ekor kelahiran sapi anakan.

Upaya lainnya lanjut, Taufik Gunawan, Provinsi Sumsel memiliki 2 Plasma Nutfah Ternak yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian dengan Surat Keputusan Menteri Nomor: 694/KPTS/PD.410/2/2013 mengenai kerbau rawa pampangan dan Surat Keputusan Menteri Nomor: 699/KPTS/PD.410/2/2013 tentang itik pegagan.

"Upaya Pemprov Sumsel juga melakukan pengembangbiakan Kerbau Rawa di Kabupaten Ogan Ilir. Pusat pengembangan kerbau rawa," ujarnya. (Rilis Humas Pemprov Sumsel)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved