Hari Korupsi Internasional

Refleksi Hari Korupsi Internasional Mencabut Akar Dalam Daging

Tanggal 9 Desember lalu adalah hari Anti Korupsi Internasional. Entah sudah berapa lama tang­gal 9 Desember ini dijadikan hari Korupsi Internasional

ist
Drs. HM. Daud Rusjdi AW 

Refleksi Hari Korupsi Internasional Mencabut Akar Dalam Daging

Oleh : Drs. HM. Daud Rusjdi AW

Penulis: PensiunanSipil Kodam II/Sriwijaya,Da’i Bid Tadwin/Pengurus Masjid Al Qodir 5 Ulu.

Tanggal 9 Desember lalu adalah hari Anti Korupsi Internasional. Entah sudah berapa lama tang­gal 9 Desember ini dijadikan hari Korupsi Internasional, wallahu a’lam.

Bagi penduduk negeri ini setahu penulis, walaupun masih secara tersamar,korupsi sudah ada bayang-bayangnya sejak 50 tahun yang lalu.

Tidak dapat muncul atau tampil karena apabila tampil akan berakibat fatal karena dianggap memusuhi pemerintah, dan akhirnya dipendam begitu saja.

Sebagian orang memang ada niat untuk menguak praktek KKN terutama Korupsi yang saat ini tetap menancapkan akarnya begitu kuat, tapi hanya hati yang bergejolak dan bergemuruh.

Wa­lau­pun sudah ada lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk memberantas korupsi ini, namun masih dapat kita simak, korupsi tetap masih terjadi dimana-mana.

Akhirnya, paling banter yang muncul sebuah selentingan kecil yang dijadikan lawakan atau dibuat sebagai bait-bait lagu lama yang antara lain berbunyi yang kaya semakin kaya, yang miskin bertambah miskin.

Untuk mencabut akar praktik kolusi, korupsi dan nepotisme sama halnya dengan mencabut akar dalam daging, artinya perlu sebuah tindakan operasi.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved