Berita Banyuasin

Bidan Diharapkan Terdepan Melayani Kelahiran, di Banyuasin ada 15 Kasus Kematian Ibu Melahirkan

Status profesional kebidanan harus benar-benar dipertanggungjawabkan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) khususnya di Kabupaten Banyuasin.

Bidan Diharapkan Terdepan Melayani Kelahiran, di Banyuasin ada 15 Kasus Kematian Ibu Melahirkan
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Wakil Bupati H Slamet Somosentono SH didampingi Kadinkes Banyuasin, dr H Mgs M Hakim MKes dan Wakil Ketua TP PKK Hj Neny Triharyani H Slamet memukul gong tanda dibukanya seminar sehari bersama bidan. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Status profesional kebidanan harus benar-benar dipertanggungjawabkan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) khususnya di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin H Slamet Somosentono SH ketika menghadiri acara memperingati Hari Ulang Tahun atau HUT IBI ke- 69 Tahun, Rabu (11/12/2019) di gedung Graha Sedulang Setudung.

Mengingat peran bidan sekarang ini sangat terdepan setelah melahirkan tidak lagi memakai jasa dukun beranak.

Kendati masih ada orang di pelosok desa meminta bantuan dukun beranak bekerjasama dengan bidan desa.

Tentunya, jelas Slamet Somosentono yang akrab disapa Pakde ini, dengan adanya kegiatan seminar sehari dengan tema, "Bidan mengawal kesehatan perempuan untuk mencegah stunting untuk mewujudkan generasi sehat dan cerdas.

Suami dari Hj Neny Triharyani H Slamet menuturkan, dengan usia 69 Tahun Bidan, ditekankan Pakde, agar keseriusan dan kerendahan hati untuk menjadikan pekerjaan secara profesional, berethika, santun dalam melayani.

"Tentunya para Bidan harus terus mengasah ilmunya dengan praktek bersentuhan langsung dengan para ibu-ibu baik dalam pemeriksaan kehamilan, melahirkan, serta penjagaan kesehatan terhadap balitanya," ujar Pakde.

Menurut Pakde Slamet, isu di dunia kesehatan yang sampai saat ini masih hangat dibicarakan yaitu, kasus kematian ibu melahirkan.

Warga Desa Prabumenang Kabupaten Lahat Minta Stop Pembangunan Double Track PT KAI, Ini Alasannya

Ruas Jalan Tol Kayuagung-Palembang akan Diresmikan Langsung Presiden Joko Widodo, EO Sudah Siap

Dua Terdakwa Kasus Narkoba Jaringan Internasional Divonis Mati, Dua Lagi Seumur Hidup dan 15 Tahun

Di Indonesia sendiri pada tahun 2016 masih tinggi, ada 305/100 kelahiran yang hidup. Artinya dalam setiap 1,5 jam ada 1 ibu melahirkan yang meninggal.

Di Kabupaten Banyuasin sendiri, lanjut Pakde, kematian ibu melahirkan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) semua pihak.

Pada tahun 2017 terjadi 18 kematian ibu melahirkan, menurun di tahun 2018 menjadi 15 kasus. Hingga saat ini masih ada 15 kasus kematian dari 16.000 lebih kelahiran hidup yang ada.

"Ini menjadi tugas berat dan memerlukan peran banyak pihak, karena dalam rencana pembangunan jangan menengah nasional (RPJMN) 2014 - 2019 pemerintah menargetkan penurunan Angka kematian Ibu (AKI) dari 305/100 ribu angka kelahiran hidup menjadi 276/100 ribu angka kelahiran hidup," Tutur Pakde.

Kadinkes Banyuasin dr H Mgs M Hakim MKes meyakini profesi bidan jauh lebih baik dari sebelumnya.

Karena, ilmu kebidanan benar-benar dikuasai oleh bidan itu sendiri, untuk melakukan pertolongan dalam proses melahirkan maupun pemeriksaan janin hingga dipastikan sehat dan sempurna.

"Bidan desa biasanya ber kalobarasi dengan dukun kampung yang biasa menolong proses persalinan seorang ibu," sebut Hakim, karena dukun kampung kerap kali mendampingi pasien melahirkan atas permintaan keluarga pasien.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved