Berita Lahat

Tidak Ada Akses Jembatan, Warga di Empat Desa di Kecamatan Kikim Selatan Lahat tak Bisa Berladang

warga empat desa yakni Pandan Arang, Tanjung Kurung, Keban Agung, Nanjungan, Kecamatam Kikim Selatan, Kabupaten Lahat, tidak bisa pergi ke ladang.

Tidak Ada Akses Jembatan, Warga di Empat Desa di Kecamatan Kikim Selatan Lahat tak Bisa Berladang
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN/HANDOUT
Warga di Kecamatan Kikim Selatan tak bisa ke lokasi pertanian lantaran air Sungai Pangi pasang dan arusnya deras. Sementara akses jalan dan jembatan ke seberang tidak ada. 

Air Pangi Meluap Warga Empat Desa Tak Bisa Meladang

Laporan wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Tidak ada akses jalan atau jembatan membuat warga  empat desa yakni Pandan Arang, Tanjung Kurung, Keban Agung, Nanjungan, Kecamatam Kikim Selatan, Kabupaten Lahat, tidak bisa pergi ke lokasi pertanian.

Pasalnya, Sungai Pangi yang selama ini menjadi akses tidak bisa diseberangi lantaran air sedang pasang dan deras.

Tak hanya warga empat desa tersebut, Desa Beringin Janggut dan Kota Terpadu Mandiri (KTM) kesulitan keluar desa lantaran tidak ada akses.

Kepala Desa Pandan Arang, Alpian berharap, Pemerintah dapat membangunkan jembatan sehingga aktifitas warga tidak terganggu.

Warga Rebutan Ikan Mendadak Mabuk di Sungai Rupit, Dinas LHP Himbau untuk Hati-hati Konsumsinya

Saking Banyaknya Kandungan Formalin, Mie Buatan Frengky Bisa Tahan Hingga 20 Hari

Kronologi 2 Remaja Perempuan Diperkosa 2 Oknum Sopir Travel, Pelaku Ajak Korban Ngemall di Palembang

Menurut Alpian, selama ini enam warga desa memanfaatkan aliran sungai sebagai akses penyebrangan baik menuju desa maupun lahan pertanian. Tapi itu bisa dilakukan jika air Sungai Pangi kecil.

"Ya saat ini karena air sedang pasang aktifitas warga terganggu. Warga yang ingin ke sawah, kebun Karet, sawit termasuk dua desa tak bisa melintas. Meski ada beberapa warga yang nekat menyebrang.

Untuk itu kami berharap dibangunkan jembatan apalagi kita tidak tahu sampai kapan air akan pasang, "harap Alpian.

Diceritakan Alpian, panjangan sungai yang harus dilewati warga sepanjangan sekitar 200 meter. Dikatakan Alpian, sudah banyak warga yang jadi korban hanyut.

"Warga kan tidak ada jalan lain. Makanya nekat nyebrang. Saat ini kondisi aktifitas pertanian warga lumpuh. Kalau ada jembatan tidak akan bergantung dengan kondisi aliran sungai, "ujarnya. Cr22

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved