Breaking News:

Pengakuan Robi Penyuap Bupati Muaraenim

Robi Pakai Uang Pribadinya dari Empat Rekening untuk Bayar Fee kepada Bupati dan 25 Anggota DPRD

Robi mau bayar fee kepada Bupati Muaraenim dan sejumlah pejabat serta anggota DPRD Muaraenim karena menilai mereka telah memberinya pekerjaan.

Editor: Tarso
TRIBUN SUMSEL.COM/SHINTADWI ANGGRAINI
Terdakwa Robi Okta Fahlevi (35) saat menjalani sidang di pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (10/12/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terdakwa Robi Okta Fahlevi (35) ditangkap atas kasus suap yang turut menjerat Bupati Muara Enim Ahmad Yani dalam 16 paket proyek di Dinas PUPR Muaraenim.

Dalam fakta persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang terungkap bahwa terdakwa Robi begitu mudah dalam menggelontorkan dana suap untuk memenangkan 16 paket proyek tersebut.

Sebut saja nama Bupati Ahmad Yani yang disebut-sebut menerima aliran dana suap sebesar Rp.12,5 miliar sebagai fee proyek.

Serta sejumlah nama-nama pejabat di Pemerintahan Muara Enim termasuk dengan 25 anggota DPRD yang juga dikatakan menerima aliran dana yang cukup fantastis dari terdakwa Robi.

Lantas, dari mana Robi bisa memberikan aliran dana suap tersebut.

Hal ini juga ditanyakan JPU KPK saat sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Selasa (10/12/2019).

Berdasarkan pengakuannya, aliran dana suap itu diberikan Robi dari tabungan pribadi miliknya.

Oknum ASN di Pemkab Lahat Ditangkap Sat Narkoba Polres Lahat, Nasib PNS-Nya Terancam

Pol PP dan Dinas Perdagangan Dibantu Kepolisian Bongkar Lapak PKL yang Memakan Trotoar Jalan

Tidak Ada Akses Jembatan, Warga di Empat Desa di Kecamatan Kikim Selatan Lahat tak Bisa Berladang

"Saya punya empat rekening tabungan atas nama saya pribadi. Setiap pencairan saya ambil dari sana uang-uang tersebut," ujar Robi.

Selain itu, sumber uang Robi juga berasal dari bisnis-bisnis miliknya.

Seperti dari dua perusahaan induk yakni PT Indo Paser Beton dan CV Ayas & Co yang diakui Robi adalah miliknya pribadi.

Serta ada juga bisnis jual beli jam tangan seharga Rp.3 miliar yang ia jalankan.

"Saya juga punya bisnis dari proyek dan jual beli jam tangan seharga Rp 3 miliar," ungkapnya.

Terdakwa Robi juga ditanya mengapa dirinya bersedia untuk memberikan fee pada sejumlah pejabat termasuk Ahmad Yani yang menjabat Bupati pada 16 paket proyek di Dinas PUPR Muara Enim.

"Karena saya dapat pekerjaan dari mereka pak. Saya mau tidak mau saya harus bersedia kasih uang ke mereka," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved