Berita Banyuasin

Cari Kepiting di Sarang Buaya, Seorang Nelayan Banyuasin Tewas Dimakan Buaya, Tubuh Tinggal Separuh!

Cari Kepiting di Sarang Buaya, Seorang Nelayan Banyuasin Tewas Dimakan Buaya, Tubuh Tinggal Separuh!

SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Foto Ilustrasi / Cari Kepiting di Sarang Buaya, Seorang Nelayan Banyuasin Tewas Dimakan Buaya, Tubuh Tinggal Separuh! 

Cari Kepiting di Sarang Buaya, Seorang Nelayan Banyuasin Tewas Dimakan Buaya, Tubuh Tinggal Separuh!

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Seorang nelayan kepiting ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di Sungai Bangke, Desa Sungsang 4, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Korban yang diketahui bernama Sidik Kamseno (40), warga Dusun I, Desa Pagar Bulan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, diduga tewas akibat diserang buaya ketika sedang mencari kepiting.

Kepala Seksi Wilayah II Taman Nasional Sembilang, Affan Absori mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (7/12/2019) kemarin.

Mulanya, korban berangkat dengan menggunakan satu kapal bersama tujuh rekannya menuju Sungai Bangke, Desa Sungsang 4, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, untuk berburu kepiting.

Setelah tiba di lokasi, para nelayan itu menyebar dengan perahu yang lebih kecil untuk mencari kepiting. Namun, menjelang sore korban mendadak tak kembali ke kapal hingga akhirnya dicari.

Ikan Raksasa Ini Panjangnya Capai 11 Meter, Disebut Petanda Gempa Tsunami, Ternyata Ini Faktanya!

Penghuni Rumah Tidur, 2 Sekawan Curi Mio M3 Milik Seorang Warga Kertapati Palembang Lewat Jendela

Sidang Sempat Ditunda 7 Kali, Zul Zivilia Dituntut Seumur Hidup Penjara, Istri Nangis Histeris

"Setelah dicari, kondisi korban ditemukan hanya setengah badan, diduga dimangsa buaya," kata Affan dikonfirmasi melalui ponsel,Senin (9/12/2019).

Affan menjelaskan, jenazah Sidik baru bisa dievakuasi pada Minggu (8/12/2019) malam, karena kondisi jarak yang jauh menuju tempat kejadian.

Menurut Affan, lokasi tempat tersebut memang habitat wilayah muara serta para satwa liar lainnya, seperti harimau dan burung migran.

"Nelayan tradisional selalu mencari kepiting di wilayah itu dan memang lokasinya merupakan habitat buaya Muara. Nelayan juga sering melihat buaya disana," ujarnya.

Kepala BKSDA Sumsel Genman Suhefti Hasibuan menambahkan, daerah tersebut meman merupakan habitat buaya.

Kejadian itu, menurut Genman, menambah panjang deretan kasus konflik antara manusia dengan satwa yang dilindungi.

SUntuk tahun 2019, ada 27 kasus yang sudah menelan korban sampai 8 orang meninggal akibat berkonflik dengan satwa liar, seperti harimau, gajah, beruang madu, babi hutan dan buaya.

"Kebanyakan hal itu disebabkan manusia yang masuk ke habitat satwa liar. Bukan satwa yang menyerang, tapi manusia yang masuk. Kejadian ini, sama dengan yang ada di Dempo, Pagaralam, Lahat dan OKU. Berulang kali dilakukan peringatan tapi tetap saja terjadi," ujar Genman.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nelayan Kepiting Tewas Dimakan Buaya, Badan Korban Tinggal Separuh", https://regional.kompas.com/read/2019/12/09/17275731/nelayan-kepiting-tewas-dimakan-buaya-badan-korban-tinggal-separuh.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved