Akibat Salah Paham, Suharman Dibeset Dengan Pisau Carter Oleh Pria Mabuk
Akibat Salah Paham, Suharman Dibeset Dengan Pisau Carter Oleh Pria Mabuk
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM, MUARAENIM- Feryansyah Bin Bujang Efendi (34) warga Desa Padukrasa Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muaraenim diringkus oleh jajaran Polsek Lawang Kidul karena diduga melakukan penganiayaan terhadap Suharman Bin Selamat (42) warga Desa Tegal Rejo RT 14 Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muaraenim.
Berdasarkan informasi yang berhasil Sripoku.com himpun di lapangan, Selasa, (10/12/2019) penangkapan terhadap tersangka dilakukan sekitar pukul 20.00 Wib saat tersangka sedang berada di rumahnya.
Menurut informasi peristiwa penganiayaan tersebut bermula saat pada saat korban sedang duduk - duduk dipasar lama Kelurahan Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul, Pelaku mendatangi korban dengan sepeda motor, pelaku yang saat itu sedang mabuk tiba-tiba menghampiri korban dengan membawa pisau carter dan botol minuman.
Diduga karena kesal dengan korban yang kerap kali meminta jatah uang parkir yang lebih besar, membuat keduanya terjadi cekcok mulut, dan hingga akhirnya membuat pelaku naik pitam dan mengayunkan tangan kanannya yang memegang pisau cater kepada korban sebanyak 3 kali.
Akibatnya pisau pelaku, mengenai pipi korban mengalami luka robek dibagian pipi sebelah kiri, tak terima dengan perbuatan pelaku, korbanpun melaporkan kejadian tersebut ke polsek Lawang Kidul untuk ditindak lanjuti.
Setelah menerima laporan tersebut, kemudian jajaran Polsek Lawang Kidulpun langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka.
Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Lawang Kidul, AKP Azizir Alim membenarkan adanya penangkapan tersebut.
" Tersangka sudah kita amankan, dan saat ini masih dalam pemeriksaan petugas," katanya.
Dijelaskan Azizir Alim, bahwa tersangka dan korban pernah terjadi selisih paham saat sedang berada di Lapas Muaarenim.
" Tersangka sudah tiga kali masuk Lapas, dan waktu dilapas, tersangka dan korban pernah terjadi selisih paham, sehingga diduga tersangka dendam, selain itu menurut keterangannya korban kerap kali minta uang lebih dari uang parkir yang dijaga oleh tersangka, sehingga pada saat kejadian kondisi tersangka yang diduga sedang mabuk berat ribut dengan tersangka yang berujung pada terjadinya penganiayaan tersebut," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/korban-penganiayaan-dan-tersangka.jpg)