Selangkah Lagi Garuda Muda! Akhiri Puasa Emas SEA Games

Tulis di koran, kalau perlu di semua media di Indonesia, ’Indra Sjafri adalah pelatih yang memiliki progres yang baik’.

Instagram/indrasyafri_coach
Jawaban santai Indra Sjafri soal ketajaman Timnas U-23 Indonesia 

MANILA, SRIPO -- Timnas Indonesia U-22 akhirnya melaju ke final SEA Games 2019 setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 4-2 pada laga semifinal di Stadion Rizal Memorial, Manila, Sabtu (7/12). Kesuksesan melaju ke final SEA Games ini membuat pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, mengaku siap mengemban tugas lebih berat, yakni sebagai pelatih Timnas Indonesia senior.

Partai Final ini menjadi yang kedua bagi Indra bersama Timnas Indonesia U-22. Sebelumnya, pelatih asal Sumatera Barat itu juga pernah mengantarkan tim ’Garuda Muda’ ke final Piala AFF U-22 2019 sekaligus menyabet gelar juara.

Selain itu, pencapaian Indra ini juga melebihi Luis Milla yang pada SEA Games 2017 hanya mampu mempersembahkan medali perunggu. Jadi, bisa dikatakan Indra adalah pelatih lokal dengan progres yang baik bersama Timnas Indonesia di kelompok umur.

“Tulis di koran, kalau perlu di semua media di Indonesia, ’Indra Sjafri adalah pelatih yang memiliki progres yang baik’. Sekarang saya siap kalau ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia senior,” kata Indra yang disambut tepuk tangan para jurnalis Indonesia.

Saat ini jabatan pelatih Timnas Indonesia senior sedang kosong setelah PSSI memecat Simon McMenemy. PSSI sedang menjaring kandidat-kandidat yang tepat untuk mengisi posisi tersebut. Sejauh ini, PSSI sudah melakukan pertemuan dengan dua kandidat pelatih, yakni Shin Tae-yong asal Korea Selatan dan Luis Milla dari Spanyol. Namun, belum ada laga perkembangan dari pertemuan kedua kandidat tersebut.

Perjuangan Berat
Kesuksesan melaju ke partai puncak SEA Games membuat timnas Indonesia U-22 selangkah lagi menyudahi puasa gelar medali emas SEA Games yang sudah terjadi sejak 1991. Timnas Indonesia U-22 meraih tiket final SEA Games 2019 melalui gol Evan Dimas (58', 113'), Egy Maulana Vikri (71'), Osvaldo Haay (102'). Adapun gol Myanmar dicetak Aung Kaung Mann (79') dan Win Naing Tun (80').

Indra menyebut pertandingan menghadapi Myanmar begitu dramatis. Bagaimana tidak, ’Garuda Muda’ yang sempat unggul 2-0 hingga pertengahan babak kedua kebobolan dua gol di 11 menit sisa pertandingan. Timnas U-23 tak mampu menambah gol sehingga waktu normal berakhir imbang 2-2 dan laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada akhirnya, perjuangan Evan Dimas Darmono dan kolega membuahkan hasil manis karena sukses mencetak dua gol di 30 menit perpanjangan waktu untuk memastikan kemenangan 4-2. “Berkat izin Allah, Indonesia masuk ke final dengan perpanjangan waktu. Saya pikir ini pertandingan yang dramatis. Waktu unggul 2-0 kita sebetulnya bisa menang lebih awal, 2x45 menit,” kata Indra saat konferensi pers usai pertandingan.

“Tapi, ya, sepak bola begitu, ada kelengahan sedikit dan Myanmar menyamakan skor 2-2. Tapi, anak-anak begitu percaya diri dan di perpanjangan waktu skor bisa menjadi 4-2,” tuturnya menambahkan.

Indra menilai secara teknis pertemuan dengan Myanmar adalah permainan terbaik yang ditunjukkan Timnas U-22 sejauh ini di SEA Games 2019. Indra pun berharap performa timnya bakal lebih meningkat di partai pemungkas nanti.

Sementara itu pelatih Myanmar, Velizar Popov mengakui pasukan Indra Sjafri memang lebih baik dibandingkan tim asuhannya.”Pada akhirnya saya pikir ini sudah bagus. Kami sudah mencoba menyulitkan Indonesia. Kami semangat pada babak pertama dan (90 menit) waktu normal, dan punya peluang bagus. Tapi, secara keseluruhan saya pikir Indonesia memang punya kualitas individual yang lebih baik dari kami,” kata Popov.

“Dalam situasi satu lawan satu, sulit bagi kami melawan mereka. Tapi, kami tak perlu malu dengan kekalahan ini. Saya tetap bangga, kami berjuang sampai akhir dan kami sudah melakukan yang terbaik. Jadi, saya puas dengan permainan kami dan semoga beruntung buat Indonesia di final nanti,” imbuh pelatih asal Bulgaria itu.

Di final Selasa (10/12) lusa, Indonesia akan menghadapi Vietnam yang mengalahkan Kamboja di pertandingan semifinal lainnya. Sebelumnya pada pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Minggu (1/12), anak asuh Indra Sjafri dipaksa menyerah 1-2 oleh tim besutan Park Hang-seo itu.

“Pertandingan ini, secara permainan, jauh lebih baik, dari pertandingan sebelumnya. Mudah-mudahan seperti apa yang kami sampaikan di awal konferensi pers dulu, bahwa sesuai periodisasi persiapan (sebuah) tim nasional, puncak performanya akan ada di final,” tutur Indra Sjafri.

“Sekarang kita tunggu siapa pun yang hadir di final akan kita hadapi. Pilihan saya hanya satu, karena di awal saya hanya ditugasi medali emas,” katanya.(tribun network/kps/dod)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved