Breaking News:

Ibu Rumah Tangga di Sumsel Rentan Terpapar Paham Radikalisme, Kurang Paham dan Bijak Gunakan Medsos

Ibu Rumah Tangga (IRT) di Sumsel Sangat Rentan Terpapar Paham Radikalisme, Kurang Paham dan Bijak Gunakan Medsos

SRIPOKU.COM/ FADHILLA RAHMAH
Ilustrasi: Wanita Bermain Sosial Media (Medsos) atau gadget. Ibu Rumah Tangga di Sumsel Rentan Terpapar Paham Radikalisme, Kurang Paham dan Bijak Gunakan Medsos 

Ibu Rumah Tangga (IRT) di Sumsel Sangat Rentan Terpapar Paham Radikalisme, Kurang Paham dan Bijak Gunakan Medsos

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ibu Rumah Tangga (IRT) di Sumsel sangat rentan terpapar paham radikalisme.

Kurangnya pemahaman dan bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) menjadi faktor mudahnya paham radikalisme itu masuk.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Sumsel Achmad Rizwan mengatakan Ibu rumah tangga saat ini sering menggunakan dedsos terlalu berlebihan sehingga semua informasi yang ada akan langsung ditelan mentah-mentah, tak terkecuali paham radikalisme.

"Ibu-ibu kan gemar tuh main medsos, jadi kalau nggak difilter radikalisme mudah sekali masuk," katanya, Senin (9/12/2019).

Menurutnya, ibu rumah tangga juga biasanya sering memposting seluruh kegiatan mereka di medsos.

VIRAL di Media Sosial, Ini Sosok Pedangdut Cantik dan Seksi yang Terpilih Jadi Kades, Segini Usianya

Tips Menggunakan Medsos Ala Bupati OKU Timur, Kholid: Teknologi Boleh Maju, tapi Tetap Ingat Budaya

Hal ini yang membuat seluruh informasi sangat mudah diketahui oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan paham radikalisme.

“Seharusnya tidak semua kegiatan itu harus diposting, untuk penangkal diri," tegas Rizwan.

Ia menjelaskan, platform konten Instagram lebih banyak digunakan oleh masyarakat Sumsel dibandingkan Twitter dan Facebook.

Namun, pihaknya tidak bisa merinci konten mana yang lebih banyak terpapar paham radikalisme.

Semua platform diakuinya rawan dimasuki radikalisme.

Kendati demikian Kominfo Sumsel saat ini belum akan melakukan blok terhadap konten platform tersebut karena belum ada laporan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan Medsos dan memahami UU ITE. Agar radikalisme tidak mudah masuk," harapnya.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved