Polisi Gadungan Tipu Puluhan Wanita

Bermodal Seragam, Polisi Gadungan Asal Lubuklinggau Ini Dapat Foto Bugil Perempuan dan Peras Korban

"Setelah beberapa kali video call, korban aku rayu. Korban aku ajak untuk video sex melalui WhatsApp, korban yang percaya mau aku ajak seperti itu,"

handout
Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel Kompol Adhi Setyawan ketika menginterogasi tersangka, Senin (9/12/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dengan mengenakan baju polisi lengkap dengan pangkatnya, Bastanul Ardi biasanya mengajak para korbannya untuk melakukan video call. Saat video call menggunakan WhatsApp inilah, tersangka mulai mengeluarkan kata-kata rayuannya.

Terlebih, dengan pengakuan sebagai seorang anggota polisi yang bertugas di Jambi dan berstatus duda.

"Setelah beberapa kali video call, korban aku rayu. Korban aku ajak untuk video sex melalui WhatsApp, korban yang percaya mau aku ajak seperti itu," kata tersangka ini.

Video: Kepergok Ibu dan Anak, Ninja Gadungan Talang Keramat Palembang Ini Diserahkan ke Polisi

Ternyata, tak sedikit yang menjadi korban tersangka ini untuk diajak video sex. Mulai dari gadis, hingga wanita berumur 50 tahun juga menjadi korbannya.

Setiap hari, tersangka ini selalu mengajak korbannya untuk video sex. Dengan menggunakan tiga nomor ponsel yang berbeda, tersangka melakukan video sex dengan para korbannya.

prostitusi online
prostitusi online ()

"Saat video sex itulah, para korban tidak sadar kalau saat mereka bugil langsung aku rekam. Ini yang jadi senjata aku untuk memeras mereka," ungkapnya.

Berhasil merekam video bugil para korbannya, tersangka mulai memeras para korbannya. Namun, ia tidak langsung blak-blakan memeras korbannya.

Dengan dalih mengajak kencan, tersangka Bastanul minta dikirimkan sejumlah uang kepada korbannya.

Kepergok Ibu dan Anak, Ninja Gadungan Talang Keramat Palembang Ini Diserahkan ke Polisi

Tujuannya, agar ia bisa mendatangi kota dimana para korbannya tinggal.

Para korban yang percaya, mau menuruti permintaan tersangka dengan mentransfer uang.

Jumlah uang yang ditransfer para korbannya kepada tersangka bervariasi mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta rupiah.

Uang yang sudah dikirim para korbannya, membuat tersangka kembali melakukan vide call. Ia mengungkapkan, akan segera mendatangi korban untuk bertemu secara langsung.

"Aku tidak pernah menemui korban. Beberapa hari, biasanya korban akan kembali menelepon. Telepon korban tetap aku angkat, agar tidak curiga. Alasannya saja dengan korban, aku datang saat hari weekend," jelasnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved