Tak Ada Keringanan Jika Dana Desa Hilang

Juproni mengatakan sejauh ini belum mengetahui Kades yang mengalami kehilangan diduga raib dicuri misterius

Tak Ada Keringanan Jika Dana Desa Hilang
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

MUARADUA, SRIPO -- Terkait dugaan hilangnya uang tunai Dana Desa (DD) oleh salah seorang Kades di Kabupaten OKU Selatan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Juproni, SPd,I, MSi, mengaku belum menerima laporan dari yang bersangkutan.

Bahkan, dikonfirmasi Sripoku.com, Jumat (6/12/2019) siang Juproni mengatakan sejauh ini belum mengetahui Kades yang mengalami kehilangan diduga raib dicuri misterius, yang terjadi salah satu rumah makan wilayah Kota Baturaja Kabupaten OKU pada Kamis, Pukul 18.00 WIB.

"Sampai saat ini belum ada laporan, saya saja baru tahu setelah membaca berita," ujar Juproni.

Kades Mengaku Kehilangan Dana Desa Rp 400 Juta Saat Ditinggal Makan di Restoran

Kendati demikian dibenarkannya pencairan Dana Desa tahap III yang merupakan tahapan pencairan terakhir anggaran DD tahun 2019 yang berkisar senilai 40 % atau kisaran Rp 400 juta setiap Desanya.

Tercatat hingga hari ini Jumat (6/12/2019) sebanyak 184 Desa dari total 252 Desa/Kelurahan di 19 Kecamatan di Kabupaten OKU Selatan telah mencairkan dana Desa. Sehingga menyisahkan 68 Desa yang akan melakukan pencairan pada Senin 9 Desember mendatang yang dijadwalkan secara bergiliran.

Diungkapkan Juproni, tahapan pencairan DD telah berlangsung sejak sejak Rabu 4 Desember beberapa hari lalu yang masih berlangsung hingga hari ini bahkan masih akan berlanjut Senin 9 Desember mendatang mengingat 68 Desa yang belum mendapat giliran pencairan.

"Kita belum tahu itu kades mana, di pemberitaan juga diinisialkan, kalau disebutkan nama desanya saja pasti kita tahu nama Kadesnya," terang Juproni.

Lebih lanjut, saat ditanya apakah ada keringanan terhadap kehilangan uang negara yang diperuntukan untuk pembangunan Desa tersebut, Juproni menegaskan pihak PMD tidak dapat memberikan keringanan. yang merupakan tanggung jawab dari Kepala Desa terkait.

"Enggak ada keringanan, apalagi ada indikasi bohong-bohongan," pungkas Juproni.

Terpisah Kepala Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sumatera Selatan, Yusnin mengungkapkan belum mendapatkan laporan resmi terkait raibnya dana desa yang baru saja dicairkan oleh oknum kades yang dimaksud.

"Belum ada laporannya ke kita, desa mana kecamatan apa," ujarnya saat dihubungi melalui WA, Jumat (6/12/2019).

Yusnin mengatakan pihaknya belum bisa menentukan langkah hukum apa yang akan dilakukan sebelum hasil resmi penyelidikan dari pihak kepolisian.

"Ya nanti kan akan diperiksa oleh APIP kabupaten dulu, apa hasilnya baru diambil langkah hukumnya, lebih baik kita tunggu hasil dari penyelidikan aparat kepolisian dulu kejadian tersebut," katanya.

Ia menyebutkan, penyaluran dana desa tahun 2019 sebesar Rp 2,6 Triliun ke 14 Kabupaten yang ada di Sumsel. Progres penyaluran dana desa kini telah memasuki tahap akhir. "Untuk tahun 2019 sudah hampir selesai. Sedangkan untuk 2020 ada kenaikan Rp 100 Miliar," katanya.

Yusnin menegaskan supaya Kades lebih berhati-hati dalam melaksanakan dana desa supaya tidak ada masalah. (cr27/cr26)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved