Teror Harimau di Pagaralam

Lacak Jejak 7 Harimau di Pagaralam, BKSDA Ungkap Fakta Mengejutkan, Ada Bukti Baru di Dua Desa Lain

Lacak Jejak 7 Harimau di Pagaralam, BKSDA Ungkap Fakta Mengejutkan, Ada Bukti Baru di Dua Desa Lain

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/WAWAN
Lacak Jejak 7 Harimau di Pagaralam, BKSDA Ungkap Fakta Mengejutkan, Ada Bukti Baru di Dua Desa Lain 

Dalam upaya Lacak Jejak 7 Harimau di Pagaralam, BKSDA Ungkap Fakta Mengejutkan, Ada Bukti Baru di Dua Desa Lain bahwa teror harimau Sumatera ini dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab.

SRIPOKU.COM, PAGARALAM-Selama hampir tiga pekan terjadi teror harimau di wilayah Pagaralam dan sekitarnya.

Maka itulah, ada upaya Lacak Jejak 7 Harimau di Pagaralam, BKSDA Ungkap Fakta Mengejutkan, Ada Bukti Baru di Dua Desa Lain, meski belakangan kabar itu masih diragukan kebenarannya.

Pihak BKSDA memang bergerak cepat ketika mendengar ada jejak atau kabar dari warga yang menyatakan melihat ada harimau berkeliaran di kawasan Pagaralam.

Meski tidak menampik jika sudah ada dua korban serangan harimau selama hampir tiga pekan ini, namun BKSDA menyatakan, jika pihaknya terus bergerak dan melacak Jejak 7 Harimau Berkeliaran di Pagaralam.

Berdasarkan hasil penelusuran, BKSDA mendapatkan beberapa bukti terkait konflik antara manusia dan harimau di Pagaralam, maka berikut ini ada 4 fakta yang perlu diperhatikan:

1. Pihak Hotel dan Pelaku Usaha Wisata Dirugikan

konflik antara Manusia dan harimau yang terjadi di Pagaraam dalam 3 pekan terakhir ini, memang menimbulkan efek besar bagi kota Pagaralam dan sekitarnya.

Efek paling terasa adalah, kerugian dari sektor pawisata di mana pihak hotel dan  dan Villa di Pagaralam, kemudian penguasaha tour and travel serta wisata lainnya merugi.

Dampaknya para wisatawan tidak mau mengunjung lokasi Gunung Dempo dan sekitarnya, karena takut akan teror harimau.

2. Dimanfaatkan Oknum tak Bertanggung Jawab

Fakta lain yang didapati pihak BKSDA adalah, munculnya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan keadaan dengan kemunculan harimau tersebut.

Beberapa fakta adanya informasi ketika ditemukan jejek harimau, tetapi setelah BKSDA Sumsel bergerak ke lokasi, tak ditemukan.

Diduga ada oknum-oknum tidak bertanggung jawab dengan membuat kabar-kabar HOAX terkait penemuan jejak-jejak Harimau dibeberapa kawasan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved