Advetorial

Baznas Gelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Zakat Agar Lebih Terarah

Dr H Akhmad Najib SH MHum mengatakan pengelolaan zakat ini merupakan salah upaya dan program untuk menegakkan syariat Islam secara utuh

SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ketua Baznas Sumsel, H Najib Haitami. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra, Dr H Akhmad Najib SH MHum mengatakan pengelolaan zakat ini merupakan salah upaya dan program untuk menegakkan syariat Islam secara utuh, juga untuk mengukur bagaimana pengelolaan zakat ke depan agar lebih terarah, dalam satu persepsi dan tepat sasaran.

Hal ini disampaikannya saat membuka langsung rapat koordinasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan di Asrama Haji, Kamis (5/12/2019).

Mengusung tema melalui rakor zakat dan wakaf kita tingkatkan pemberdayaan dan pendistribusian menuju kesejahteraan kaum duafa, Najib berharap agar tujuan rakor bisa tercapai melalui peningkatan sarana dan prasarana BAZNAS sehingga bisa membantu bagi mereka yang membutuhkan.

Dikatakan Akhmad Najib, Gubernur Sumsel berkeinginan membuat berbagai program untuk menjadikan Sumsel religius karena potensi umat muslim di Sumsel cukup tinggi. Hal ini bertujuan agar bisa mengoptimalkan membayar zakat ke Baznas hingga penyalurannya sesuai prinsip keIslaman.

Sehingga program mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumsel dapat terwujud.

Sementara itu Ketua Baznas Provinsi Sumsel, Drs H Najib Haitami MM ada lima program Baznas Sumsel yakni Program Sumsel Cerdas untuk membantu Pendidikan masyarakat Sumsel yang tidak mampu sekolah dari tingkat SD hingga ke perguruan tinggi.

Program Sumsel Sehat untuk membantu masyarakat untuk melakukan pengobatan. Program Sumsel Taqwa untuk membantu dana operasional rumah ibadah, Program Sumsel Peduli untuk membantu mereka yang menjadi korban bencana alam dan Program Sumsel Makmur memberikan bantuan modal usaha kepada masyarakat untuk membuka usaha.

Semua program ini diperuntukkan bagi masyarakat Sumsel tanpa melalui prosedur yang rumit, namun tetap dilakukan survey lapangan agar tepat sasaran.

"Kita harapkan kesadaran masyarakat meningkat membayar zakat melalui Baznaz bisa kita kembangkan lebih banyak program bantuan, ke depan rencananya akan kita adakan program bedah rumah," tambahnya.

Sementara itu Ketua Baznas Pusat Prof di Dr Bambang Sudibyo MBA CA mengatakan masih minim kesadaran masyarakat dan ASN membayar zakat melalui Baznaz karena secara nasional angkanya belum mencapai 70 persen.

Bisa saja hal ini karena mereka membayar langsung di luar pada yang membutuhkan, tapi akan lebih baik jika disalurkan langsung ke baznaz karena pengelolaanya akan benar-benar dianggarkan tepat untuk peruntukannya sehingga bisa mengentaskan kemiskinan.

"Keberhasilan penghimpunan dana zakat dan wakaf ini tergantung dari respon kepada daerhan bagaimana mengerakkan masyarakatnya, jika serius dan menjadi prioritas maka masalah kemiskininan bisa diatasi bersama," ujarnya.

Sementara dalam laporan Ketua Panitia Pelaksana, M Iqbal Alisyahba SSTP MM (Kepala Biro Kesra Setda Sumsel) menjelaskan rakor bertujuan mensinkronisasikan program program pemerintah Provinsi Sumsel dengan pemerintah kabupaten kota di Sumsel sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat menyalurkan zakat pada Basnaz agar bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena pemerintah sangat konsen terhadap baznas.

"Gubernur Sumsel berharap semakin banyak masyarakat menyalurkan zakat dan wakaf yang pada Basnaz sebagai lembaga hukum yang dibentuk berdasarkan undang-undang dan diakui pemerintah sehingga jika semakin banyak zakat dan wakaf yang disampaikan bisa mengentaskan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat Sumsel terwujud," ujarnya.

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved