Berita Banyuasin

Askolani : Tak Ada Lagi Istilah Keterbatasan Biaya ,Pemkab Banyuasin Akan Biayai Anak Putus Sekolah

Bupati Banyuasin H Askolani SH MH mengatakan,Tak Ada Lagi Istilah Keterbatasan Biaya ,Pemkab Banyuasin Akan Biayai Anak Putus Sekolah

Askolani : Tak Ada Lagi Istilah Keterbatasan Biaya ,Pemkab Banyuasin Akan Biayai Anak Putus Sekolah
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Bupati Banyuasin H Askolani SH MH saat membonceng Ketua TP PKK Banyuasin dr Sri Fitriyanti Askolani ketika meninjau salah satu sekolahan di Banyuasin. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Bupati Banyuasin H Askolani SH MH mengatakan, di Banyuasin tidak ada lagi anak yang putus sekolah disebabkan keterbatasan biaya. Dari sekarang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berkomitmen memberikan bantuan pendidikan untuk anak-anak yang kurang mampu.

“Semua anak-anak kita tidak ada lagi yang tidak sekolah. Semuanya harus sekolah. Tahun ini kami berikan pakaian baju batik, tas dan buku untuk anak kelas satu SD dan SMP se-Banyuasin, termasuk Kecamatan Air Saleh,” kata Askolani saat menghadiri pengajian akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sidorejo Kemacatan Air Saleh, Kamis (5/12/2019)

Korban Terkaman Harimau di Tebat Benawa Pagaralam Dikabarkan Tinggal Kakinya Saja yang Masih Utuh

Video: Seorang Warga Tebat Benawa Diterkam Harimau, Aparat Bersenjata Datang ke Lokasi

BREAKING NEWS: Seorang Warga Tebat Benawa Diterkam Harimau, Aparat Bersenjata Datang ke Lokasi

Askolani menegaskan, seragam dan buku yang diberikan itu tidak dipungut biaya, semua gratis. Jadi kalau ada yang meminta sumbangan itu tidak boleh, laporkan sebab itu gratis sebagai komitmen Pemkab Banyuasin untuk menciptakan generasi cerdas di Banyuasin. “Insya Allah tahun depan akan kita anggarkan terus,” ucap suami dr Sri Fitriyanti Askolani.

Selain itu, kata Askolani untuk kesehatan pihaknya memastikan masyarakat Banyuasin mendapat pelayanan kesehatan prima. “Bagi yang tidak punya uang alias buntu bahasa dusunnya itu, kita berikan gratis cukup gunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja," tegas Askolani yang disambut dengan ungkapan dari jamaah pengajian, "Nah itu baru Bupati yang memikirke rakyat".

BREAKING NEWS: Seorang Sarjana Keperawatan di Palembang Kirim Foto Bugil Demi Kerja di RS Swasta

Ada Reino Barack Berkomentar Love You Too di Foto Luna Maya & Ryochin, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

Askolani berharap kepada jajaran kecamatan dan pemerintah desa agar memastikan masyarakatnya tidak ada lagi anak–anak yang putus sekolah karena tidak ada biaya. Termasuk tidak ada lagi ibu-ibu, orang tua yang tak punya tempat tinggal.

“Anak putus sekolah akan kita biayai, yang tidak punya rumah atau rumahnya reok Insya Allah tahun depan akan kita programkan bedah rumah. Kami mohon doa semoga semuanya dapat terwujud,” ungkap Askolani panjang lebar, dirinya akan terus berbuat untuk masyarakat Banyuasin.

Menyikapi pernyataan Bupati Askolani tentang anak putus sekolah, semua harus sekolah. Ketua Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Banyuasin Umirtono SH meminta kepada pemerintah serius menanggapi anak sekolah kurang mampu serta orang tak memiliki tempat tinggal.

"Saya harap, jangan sekedar sereimonial, ucapan belaka dari pemerintahan. Sebab, masih terdengar anak-anak berhenti sekolah karena tak ada biaya. Sebab, kepala sekolah tak singkron dengan apa yang diucapkan oleh Bupati," singkat Umirtono.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved