Bupati Ahmad Yani Jadi Saksi

Wabup Muara Enim Juarsah Hadir jadi Saksi, Mengaku tidak Tahu Adanya Fee Proyek di Dinas PUPR

Wakil Bupati Muara Enim banyak mengungkapkan dirinya tidak tahu mengenai komitmen fee maupun proyek-proyek yang ada di Dinas PUPR Muara Enim.

Wabup Muara Enim Juarsah Hadir jadi Saksi, Mengaku tidak Tahu Adanya Fee Proyek di Dinas PUPR
TRIBUN SUMSEL/Shintadewi
Wabup Muara Enim Juarsah jadi saksi, mengaku tidak tahu ada fee proyek dan tidka tahu soal uang Rp 3 miliar. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wakil Bupati Muara Enim Juarsah yang juga dihadirkan dalam persidangan untuk menjadi saksi terdakwa Robi, banyak mengungkapkan dirinya tidak tahu mengenai komitmen fee maupun proyek-proyek yang ada di Dinas PUPR Muara Enim.

Dalam persidangan, Wakil Bupati Muara Enim Juarsah ketika dicecar pertanyaan dari jaksa KPK, menyatakan tugasnya mewakili Bupati bila berhalangan.

Ia sendiri sama sekali tidak mengenal Robi. Begitu pula, mengenai proyek dana aspirasi DPRD.

"Kenal Elvin setelah jadi wakil bupati, tetapi tidak tahu jabatan Elvin," kata Juarsah menjawab pertanyaan Jaksa KPK.

Jaksa KPK, mencecar mengenai aliran uang dan permintaan uang kepada Elvin. Seperti tanggal 28 November 2018, ada masjid untuk meminta bantuan. Juarsah meminta Elvin untuk mentransfer uang ke rekening masjid senilai Rp 5 juta.

"Kenapa minta uang bantuan masjid sama Elvin," tanya jaksa KPK.

"Saya selalu bilang kalau mau beramal bantu, termasuk dengan Elvin," jawab Juarsah.

Termasuk juga untuk pengiriman durian kepada Wahyu, agung, Isnayatun dan Atet di Jakarta. Elvin diperintahkan Jaursah untuk mengirim ke mereka.

Menurut Juarsah, bila ia hanya meneruskan pesan bos yakni bupati. Sehingga diminta Elvin untuk mengirim durian tersebut.

Jaksa KPK, menunjukan bukti percakapan antara Elvin dengan Chairudin Kancil Wabup.

Halaman
123
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved