SFC Update
Sriwijaya FC Tetap Profesional Jaring Pemain Lokal Sumsel Potensial
Sriwijaya FC tetap menjaring pemain lokal Sumsel yang bisa memberi nilai lebih
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
Sriwijaya FC Tetap Profesional Jaring Pemain Lokal Sumsel Potensial
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Guna memberikan kesempatan kepada pesepakbola putra-putra lokal potensial Sumsel, manajemen klub Sriwijaya FC mempersilahkan untuk turut berkompetisi secara profesional dalam penjaringan perekrutan calon pemain yang akan memperkuat Laskar Wong Kito Liga 2 musim kompetisi 2020.
"Dalam penjaringan perekrutan pemain kita bersikap profesional, tidak mesti lokal, selain itu kita tidak ada klausul semacam kuota pemain lokal. Tapi kita mensupport kalau ada yang berpotensi harus kita akui," katanya Direktur Teknik Sriwijaya FC, Indrayadi, Rabu (4/12/2019).
Mantan pelatih kiper Sriwijaya FC kelahiran Sungai Liat (Bangka) 24 April 1969 ini menegaskan, tetap menjaring pemain lokal Sumsel yang bisa memberi nilai lebih.
"Ini wadah mereka tapi kita tidak sekadar merekrut dan hanya memberi peluang asal ditampung saja tetapi apabila jadi pemain inti itu yang kita cari," ujarnya.
• Meski Para Pemain Berumur, Ultras Sepakat Sriwijaya FC Rekrut Beto, Dzumafo, Supardi, Ini Alasannya
Indrayadi juga mencontohkan, pemain lokal asal Sumsel yang menghuni klub Sriwijaya FC pada musim 2019 Liga 2 yang selalu menjadi pilihan antara lain Rahmat Juliandri, Roby Andika, Rizsky Dwi Ramadhana, Aditya, dan Akbar Zakaria.
"Saya pikir kalau ada pemain lokal Sumsel yang berpotensi kenapa tidak. Karena memang ada kebanggan tersendiri bisa menggunakan pemain lokal Sumsel," katanya.
Pemain lokal yang memperkuat Sriwijaya FC tentunya kembali kepada pelatih yang akan menggunakan pemain itu bisa berkompetisi di 2020 ini.
"Tergantung pelatihnya, kalau (penjaringan) dapat 10 pemain lokal Sumsel, bagus. Misal untuk gambaran seperti Yogi Rahadian (winger Persija) kalau dia mau gabung ke Sriwijaya," kata mantan pemain Galatama klub PS Pusri.
Indrayadi membenarkan ketika ditanya tidak ada tekanan manajemen untuk merekrut pemain lokal.
"Oh tidak ada, kita membutuhkan pemain yang siap. Bukan kita tidak mengokomodir pemain Sumsel. Tapi kondisi yang seperti ini kita butuh pemain yang siap. Jangan kita hanya memaksakan untuk kepentingan daerah, tetapi secara kualitas belum bisa berkompetisi," pungkasnya.