Sepanjang 2019, Terjadi 142 Kali Kebakaran Hutan dan Lahan di Lubuklinggau, Ada Peningkatan

Jumlah kasus kebakaran di Kota Lubuklinggau pada tahun 2019 ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Jumlah kasus kebakaran di Kota Lubuklinggau pada tahun 2019 ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau dari Januari -November terjadi 142 kasus kebakaran.

Jumlah kebakaran di Kota Lubuklinggau tahun ini jauh meningkat bila dibanding tahun 2018 lalu, dimana pristiwa kebakaran hanya 45 kasus. Kabid Penanggulangan Bencana DPKPB Kota Lubuklinggau, Anang Arkin mengatakan 142 pristiwa kebakaran itu merupakan gabungan antara kebakaran hutan dan lahan serta pemukiman warga.‎

25 Perusahaan Bertanggung Jawab Atas Karhutla 2019, Satu dari Sumsel

"Namun rata-rata tahun ini di dominasi oleh kebakaran hutan dan lahan dengan 106 kasus, sedangkan pemukiman 36 kasus," kata Anang pada Tribunsumsel.com, Rabu (4/12/2019).

Anang menjelaskan, meningkatnya kasus kebakaran di Kota Lubuklinggau terutama untuk hutan dan lahan karena beberapa beberapa waktu lalu bertepatan dengan musim kemarau.

"Kasus terbanyak priode Agustus ada 24 kasus kebakaran hutan dan lahan, diperparah bulan September sebanyak 68 kasus dengan total hutan dan lahan terbakat 96 hektare (Ha)," paparnya.

Herman Deru Janjikan Bonus untuk Daerah yang Mampu Cegah Karhutla

Anang menyebutkan, kasus kebakaran hutan dan lahan paling banyak terjadi di wilayah kecamatan Lubuklinggau Timur dan wilayah Kecamatan Lubuklinggau Utara. Karena dua wilayah ini masih banyak hutannya.

"Sementara kebakaran pemukiman di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Timur II, karena keduanya merupakan kawasan padat penduduk," katanya.

Anang menambahkan, setiap terjadi kebakaran baik hutan dan pemukiman anggota dilapangan selalu berupaya datang tepat waktu. Hal itu sebagai langkah cepat penanganan kebakaran, jangan sampai membahayakan warga.

"Untuk kebakaran hutan dan lahan kebanyakan disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan, lalu pemukiman karena konsleting arus pendek listrik," ujarnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved