Ketua KPU Soal Masa Lalu Putra Wabup Sumsel: Ovi Boleh Maju

Masa lalu itu tak kan bisa jadi bahan untuk menjegal putra Wakil Gubernur Sumsel tersebut, saat bertarung di Pilkada 2020 Ogan Ilir nanti.

Ketua KPU Soal Masa Lalu Putra Wabup Sumsel: Ovi Boleh Maju
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2018). 

PALEMBANG, SRIPO -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Arif Budiman mengaku, masa lalu Ahmad Wazir Noviadi saat ditangkap karena kasus narkotika, tak akan menghalangi statusnya saat maju dalam Pilkada 2020 nanti. Sehingga, masa lalu itu tak kan bisa jadi bahan untuk menjegal putra Wakil Gubernur Sumsel tersebut, saat bertarung di Pilkada 2020 Ogan Ilir nanti.

"Tadi ada yang nanya, lho ini pengguna dan ia sudah direhabilitasi. Dan statusnya sudah bukan terpidana. (Jadi) ya boleh maju, dia hanya dikenai kewajiban untuk di-clear," ujarnya usai Launching Rumah Pilkada 2020 & Diskusi Publik bertajuk 'Pilkada Damai tanpa Kotak Kosong', Selasa (3/11/2019).

Ia mengatakan, ada 2 pidana umum yang membuat seseorang tak bisa mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah, saat Pilkada. Yaitu Bandar Narkoba, dan Kejahatan Seksual terhadap anak.

Jika mantan terpidana tersebut di luar 2 kasus tadi, mereka masih berhak untuk maju. Dengan catatan, harus menjelaskan kepada masyarakat tentang masa lalunya itu.

"Jadi jenis terpidana apapun harus melakukan di-clear pada masyarakat. Kecuali (2 kasus) itu," jelasnya.

Publik tentu tau masa lalu Ahmad Wazir Noviadi, atau yang akrab disapa Ovi ini. Dimana, ia pernah diamankan karena tersandung pemakaian barang haram itu.

Namun saat disinggung soal masa lalunya itu, Ovi mengaku tak memiliki masalah. Ia mengatakan, setiap orang tentu memiliki masa lalu yang tak ingin diulangi lagi di masa yang akan datang.

"Tidak ada manusia yang sempurna. Tapi kalau sekarang kita mau tes kesehatan segala macam ayo kapan-kapan lomba lari sama aku lah, berenang, sepeda ayo lah. Karena kita ga bisa menentukan, hak semua orang lah berbicara," jelasnya.

Launching Rumah Pilkada 2020 Sriwijaya Post Tribun Sumsel dan diskusi publik "Semarak Pilkada Tanpa Kotak Kosong" mendapat apreseasi para pengiat demokrasi. Dalam kata sambutannya Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, Rumah Pilkada bisa jadi wadah atau pusat informasi baru bagi masyarakat.

"Kita dibuka wawasan dan tabir yang dibuka oleh Tribun Sumsel dan Sripo yang membukakan mata kita secara refleksi, bahwa kita akan mengadakan gawe besar di 7 kabupaten/kota yaitu mengadakan Pilkada 2020," kata Herman Deru, Selasa (3/12/2019).

Halaman
123
Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved