Unsri Terapkan Pelayanan Publik Goes to Campus

Walaupun Universitas di bawah Kemenristek yang sekarang sudah di bawah Kemendikbud tapi kepegawaian itu milik Menpan

Unsri Terapkan Pelayanan Publik Goes to Campus
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE, mendatangi instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara. Dirinya didampingi oleh Dekan Fakultas Hukum Unsri, Dr. Febrian, SH, MS guna melihat mahasiswanya yang menjadi korban kecelakaan di dalam kampus Unsri Indralaya. 

UNIVERSITAS Sriwijaya sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia mendukung adanya pelayanan publik yang berkeadilan hak asasi manusia (HAM) seperti memberikan pelayanan kepada warga kampus dengan membuat terobosan baru yakni menggunakan IT.

"Perguruan tinggi sebenarnya pelayanan publik, kita ada kaitan erat dengan Menpan nah di Menpan itu ada suatu terobosan baru tentang pelayanan publik menggunakan IT. Selama ini kan kalau melapor biasanya tertulis kalau sekarang kan tidak, dengan online semua lini bisa lihat," jelas rektor Unsri Prof Dr Ir H Anis Saggaff MSCE saat menghadiri peringatan hari HAM sedunia di Graha Sriwijaya Unsri kampus Palembang, Senin (2/1/2019).

Dia mencontohkan misal di Unsri ada yang komplain terkait pembayaran UKT yang sulit. "Misalnya bayar UKT itu susah, itu termasuk dalam laporan online itu. Kemudian rektor tahu dan sampai ke Menpan, kenapa Menpan karena seluruh pelaksana daripada pelayanan publik di Universitas itu langsung di bawah Kemenpan," jelasnya.

"Walaupun Universitas di bawah Kemenristek yang sekarang sudah di bawah Kemendikbud tapi kepegawaian itu milik Menpan nah jadi Menpan mengawal itu dan di Unsri sudah masuk tahun ke empat. Jadi pada awal try out namanya pelayanan publik goes to campus. Begitu ada, sarana di Unsri sudah bagus kami menyambut baik," kata pria yang juga hafiz Quran ini.

Selain menyambut baik dengan adanya pelayanan publik menggunakan IT ini bisa memudahkan pihaknya dalam membenahi aparat yang lemot.

"Lemot itu ada berbagai macam, ada karena memang level pendidikannya tidak nyambung, ada juga yang memang tugasnya terlalu berat sehingga banyak yang dia urusnya manual jadi tambah pusing," ujarnya.

"Ada juga yang ngelemot (sengaja) nah yang ngelemot inilah yang harus dibenahi, karena dia sengaja bekerja pokoknya kalau boleh berlaku konsep ekonomi, bekerja sedikit-dikitnya dapat penghasilan sebesar-besarnya inilah yang menghambat negara ini maju. Lihat temannya kerja dikit uangnya banyak padahal sebenarnya kita yang bagus kerjanya dapat hasil yang banyak. Di sini juga banyak, kerjanya banyak tapi penghasilannya sedikit," jelasnya.

Semua ini dibenahi oleh Menpan dengan pelayanan publik yang nanti pada ujungnya adalah semunya punya porsi. "Negara Malaysia, Singapura bukan juga negara maju, negara yang bisa melaksanakan pekerjaan sesuai porsi. Jadi kalau porsi itu bisa dihidupkan negara kita bisa melejit," katanya.

"Pelayanan publik goes to campus ini sampai ke presiden, nah yang pertama kan memperbaiki sistem. Kedua yang paling bagus dari sistem ini yang melapor tidak boleh surat kaleng, harus terdata yang tahu siapa dia pimpinan, identitas jelas dan dilindungi. Dengan adanya ini tidak akan ads timbul fitnah," jelasnya.

Harapan ke depan pihaknya akan terus mengembangkan IT di Unsri. "Akan dikembangkan menjadi smart campus yang kesemuanya memakai sistem SSA yakni satu akun yang bisa dipakai untuk semua," jelasnya.

"Misal masuk kampus dia tapping pakai kartu nanti kalau dia kuliah dia bisa lihat posisi dia dimana pakai google map, sistem tersebut melalui google map akan mencatat dia berada di kelas ini maka diketahui dia sedang kuliah," katanya.

Sekarang sudah diterapkan di Indralaya kalau tidak pakai kartu akan diperiksa satpam mulai dari mahasiswa, karyawan, dosen hingga rektor harus memakai kartu identitas Unsri. Dimulainya dari September di kampus Indralaya di Palembang akan dimulai pada tahun 2020.

Dan di Unsri kampus Indralaya beberapa tempat sudah ramah untuk Difabel. "Di perpustakaan Unsri kampus Indralaya, di rektorat juga ada. Ke depan kami akan terus berbenah diri mencoba yang terbaik untuk melayani difabel," katanya. (elm)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved