Polisi Sulit Lacak Korban Penipuan Pemalsuan Dokumen Negara oleh Oknum PNS Dispenda Sumsel

Semua nama wajib pajak yang berurusan dengan tersangka semuanya sudah dihapus. Sehingga, tidak ada nama korban yang bisa ditemukan polisi.

Polisi Sulit Lacak Korban Penipuan Pemalsuan Dokumen Negara oleh Oknum PNS Dispenda Sumsel
TRIBUN SUMSEL.COM/M Ardiansyah
RF-OknumPNS Dispenda Sumsel saat diamankan di Ditreskrimum Polda Sumsel terkait kasus pemalsuan STNK, Kamis (28/11/2019) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Oknum Riki Fitriadi (33) PNS Dispenda Sumsel yang ditangkap Polda Sumsel karena melakukan pemalsuan STNK dan SIM ternyata telah terlebih dahulu menghilangkan nama-nama korban di komputer miliknya. Nama wajib pajak yang pernah berurusan dengan tersangka ini, ternyata sama sekali tidak ditemukan di file komputer milik tersangka.

Semua nama wajib pajak yang berurusan dengan tersangka semuanya sudah dihapus. Sehingga, tidak ada nama korban yang merupakan wajib pajak tidak bisa ditemukan.

Fakta-fakta Oknum Dispenda Sumsel Palsukan STNK, Rendam STNK Cabut Hologram Hingga Hanya Wajib Lapor

Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpian menuturkan, tersangka Riki yang diamankan menggunakan modus mendaur ulang STNK kadaluarsa dan mencetaknya kembali seperti STNK asli.

"Penyidik sudah menyita satu unit komputer dari rumah tersangka yang digunakan untuk mendaur ulang STNK yang kadaluarsa. Namun, seluruh file di komputer itu ternyata telah dihapus," ujar Yustan, Senin (2/12/2019).

Setiap ada wajib pajak yang mengurus kepadanya, Riki menerbitkan STNK buatannya dengan mengambil hologram logo lalu lintas di STNK lama. Dari hologram itulah, tersangka menempelnya di STNK yang dibuatnya.

Update Berita Oknum PNS Dispenda Palsukan STNK: Tersangka RF Pindahan dari Samsat Ogan Ilir

Sehingga, seolah-olah STNK yang diberikan kepada wajib pajak yang meminta bantuannya merupakan STNK asli yang dikeluarkan Samsat Palembang.

Padahal, STNK tersebut, merupakan STNK palsu yang dicetak tersangka Riki dan hanya ditempeli hologram lalu lintas yang diambil dari STNK yang tidak terpakai lagi.

"Kami masihelakukan pengembangan untuk mencari siapa saja korbannya. Kami himbau, untuk para wajib pajak yang pernah berurusan dengan tersangka bisa segera melapor," jelasnya.

Dari pengakuan tersangka Riki, ia hanya bekerja seorang diri. Aksinya memalsukan STNK juga tidak ada yang mengetahui termasuk di Dispenda Sumsel tempatnya bekerja.

Setiap ada yang berurusan dengannya untuk pembayaran pajak kendaraan, maka ia akan memalsukan STNK tersebut. Sedangkan uang yang diterimanya digunakannya untuk kepentingannya sendiri.

Oknum Dispenda Palsukan SIM-STNK, Hologram Asli Direndam Agar Copot

Sebelumnya, Polda Sumsel menangkap seorang oknum PNS yang bekerja di Dispenda Sumsel bernama Riki Fitriadi (33) yang telah memalsukan STNK dan SIM, Kamis (28/11/2019).

Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 29 lembar STNK mobil dan 16 STNK motor yang telah habis masa berlaku, sembilan lembar SIM B1 dan C palsu, serta lima STNK mobil palsu dan enam STNK palsu.

Tak hanya itu, laptop, printer dan setrika juga didapatkan dari tersangka. Seluruh barang itu diduga digunakan untuk mendaur ulang SIM serta STNK.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved