Berambisi Jadi Orang Nomor Satu

Sayang, pasca dilantik 17 Februari 2016, AW Noviadi alias Ovi diamankan karena tersandung kasus Narkoba.

Berambisi Jadi Orang Nomor Satu
SRIPOKU.COM/RESHA
Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam. 

INDRALAYA, SRIPO -- Masyarakat Ogan Ilir (OI) tentu mengenal sosok Ilyas Panji Alam sebagai Bupati Ogan Ilir saat ini. Ya, pria kelahiran Palembang 1966 silam itu duduk menjadi Bupati menggantikan Ahmad Wazir Noviadi, di tahun 2016 lalu. Lulusan SMA Negeri 10 Palembang ini mengawali karir politiknya sejak menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), 2004 - 2014 lalu. Setelahnya, suami dari Mely Mustika ini maju sebagai Calon Wakil Bupati Ogan Ilir, mendampingi Ahmad Wazir Noviadi di Pilkada 2015 menuju Ogan Ilir 1.

Jalan mereka pun mulus. Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 ini sukses mengantongi 49,59 persen suara, mengalahkan nomor urut 1 yang mengantongi 43,58 persen suara dan Paslon nomor urut 3 dengan capaian 6,8 persen. Sayang, pasca dilantik 17 Februari 2016, AW Noviadi alias Ovi diamankan karena tersandung kasus Narkoba. Gantinya, Ilyas Panji Alam yang duduk menjadi Bupati Kabupaten Ogan Ilir.

Awalnya, ia hanya berniat meneruskan program yang dicanangkannya saat berduet dengan AW Noviadi saat itu. Namun lama kelamaan, ia berhasrat untuk mempertahankan kursi orang nomor satu di Ogan Ilir tersebut, terinspirasi dari Program Ngobrol Bareng Bupati OI (Ngopi OI) dimana ia menerima langsung keluhan masyarakat di Rumah Dinas Bupati Ogan Ilir setiap hari Jumat itu.

"Dari acara Ngopi OI, banyak yang datang itu banyak orang-orang miskin. Masalah Sosial, masalah kesejahteraan, masalah pertanian lapangan kerja. Mereka bukan orang pemalas, mereka badan sehat, sorot matanya tajam, tangannya keras, kasar body berotot tapi mereka miskin," ujarnya saat diwawancarai.

Melihat hal itu, ia pun menawarkan program Reformasi Pertanian di Kabupaten Ogan Ilir. Dimana, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ogan Ilir akan membangun lahan tidur agar jadi lahan produktif.

Setelah itu, Pemda akan membiayai pembukaan lahan dan bibit untuk lahan yang sudah dibuat produktif tadi. Sisanya, masyarakat tinggal mengolah dan menikmati hasil pertanian yang sudah mereka kelola, yang awalnya telh dibantu Pemda tadi.

"Hasilnya silahkan dinikmati mereka sendiri," ungkapnya. Namun bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan, mereka akan menggarap lahan milik desa. Dimana keuntungannya, dibagi dua dengan desa. "Saya yakin ini adalah solusi untuk masyarakat," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved