4 Terdakwa Korupsi Tapal Batas Palembang - Banyuasin Di Vonis 16 Bulan Penjara

mpat terdakwa korupsi tugu tapal batas Palembang-Banyuasin usai mendengar vonis masing-masing 1 tahun 4 bulan penjara yang diterimanya.

4 Terdakwa Korupsi Tapal Batas Palembang - Banyuasin Di Vonis 16 Bulan Penjara
Tribunsumsel/shinta
sidang putusan terdakwa korupsi tiga tapal batas Palembang-Banyuasin di Pengadilan Tipikor Palembang, Senin (2/12/2019) 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Perasaan lega terpancar jelas dari wajah empat terdakwa korupsi tapal batas Palembang-Banyuasin usai mendengar vonis masing-masing 1 tahun 4 bulan penjara yang diterimanya.

Tampak terdakwa Khairul Rizal, M. Ichsan Pahlevi, Ahmad Thoha dan Asmol Hakim langsung tersenyum saat menghampiri keluarganya setelah sidang selesai.

Sementara itu dalam persidangan, majelis hakim menilai keempat terdakwa terbukti melanggar ketentuan pasal Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 (Ke-1) KUHP.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ucap ketua majelis hakim Kamalludin SH MH pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Senin (2/12/2019).

Majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda masing-masing sebesar Rp.50 juta rupiah kepada seluruh terdakwa.

Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan kurungan 2 bulan penjara.

Disamping itu, majelis hakim juga menetapkan agar kerugian negara yang telah dikembalikan terdakwa sebesar Rp.505 juta, agar dirampas untuk negara.

"Kami ajukan pikir-pikir pak," ujar para terdakwa menyikapi vonis yang diterimanya.

Diketahui vonis tersebut sedikit lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut umum (JPU) Kejari Palembang.

Dimana, JPU menuntut keempat terdakwa dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara.

"Atas putusan majelis hakim, kami selaku Penuntut Umum mengajukan pikir-pikir meminta saran atasan terkait sikap kami kedepan," ujar Kasi Pidsus Kejari Palembang Dede saat ditemui usai persidangan.

Terkait fakta persidangan yang banyak menyebutkan nama-nama baru, JPU belum menentukan sikap apakah akan ada penetapan tersangka baru dalam perkara ini.

Ia berujar hal ini dikarenakan JPU masih menunggu salinan lengkap amar putusan majelis hakim.

"Penetapan tersangka baru masih akan kami pelajari lagi dari amar putusan yang nanti akan kami terima dari pengadilan," ucapnya.

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved