MotoGP 2019

Valentino Rossi Dinilai Sudah Mulai Kehilangan Hasrat Membalap

Dengan serangkaian hasil minor tersebut, tak heran jika isu pensiun seakan tak berhenti menerpa sang pembalap asal Tavullia.

Editor: Adrian Yunus
TWITTER.COM/DARUBN
Pembalap McLaren F1, Lando Norris (kiri), mengunjungi Valentino Rossi (kanan) jelang balapan MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, 25 Agustus 2019. 

SRIPOKU.COM - Pengamat MotoGP, Nico Cereghini, menilai bahwa selepas MotoGP 2019 Valentino Rossi mulai kehilangan hasrat untuk membalap.

Sinar pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, mulai meredup pada MotoGP 2019.

Dari pembalap yang bergelimang trofi, The Doctor kini "hanya" menjadi pembalap biasa yang sulit meraih kemenangan.

Jangankan finis terdepan. Rossi pun hanya dua kali naik podium pada musim ini, terburuk sepanjang berkostum Yamaha.

5 Pembalap MotoGP yang Bersaudara, dari Marc dan Alex Marquez hingga Valentino Rossi

Valentino Rossi Sudah Mengira Masa Depan Jorge Lorenzo di Honda Tidak Lama

Termasuk Valentino Rossi, Rival Marc Marquez di MotoGP Beri Selamat kepada Alex Marquez

Dengan serangkaian hasil minor tersebut, tak heran jika isu pensiun seakan tak berhenti menerpa sang pembalap asal Tavullia.

Rossi sendiri dipastikan masih akan membela timnya pada MotoGP 2020 bersama Maverick Vinales.

Namun, jika penampilannya tak kunjung membaik para penggemar MotoGP tampaknya harus bersiap-siap kehilangan salah satu pembalap terbaik sepanjang sejarah.

Nico Cereghini, mantan pembalap yang kini menjadi pengamat, melihat bahwa hasil negatif yang dituai Rossi pada musim ini sedikit banyak mempengaruhi psikologis sang pembalap.

"Setelah menjalani musim seperti kemarin, saya kira hasrat membalapnya mulai hilang," ujar Cereghini dikutip Bolasport.com dari Tuttomotoriweb.com.

"Tapi, siapa tahu musim depan dia mengalami kemajuan," imbuhnya.

Cereghini lantas menegaskan bahwa sosok seperti Rossi bisa diberi kesempatan untuk terus membalap selama dia masih mau.

"Yang jelas dia akan membalap hingga akhir musim 2020. Kalau soal isu gantung helm, bukannya sudah ada sejak 10 tahun terakhir?" tuturnya.

"Orang seperti dirinya bisa melakukan apapun yang dia mau. Setelah semua hal yang diberikannya kepada kita, dia berhak membalap sesuka hatinya," pungkasnya.

Baca Juga: Bos Yamaha Beberkan Penyebab Timnya Bisa Bangkit di MotoGP Musim Ini

Rossi sendiri bukannya tanpa usaha. Penunjukan kepala kru baru, Davide Munoz, setidaknya memperlihatkan bahwa The Doctor masih punya motivasi untuk tampil kompetitif.

Tak hanya itu, Rossi juga mulai mengalami kemajuan dengan motor YZR-M1 yang akan digunakannya pada musim depan kendati belum maksimal.

Tampaknya MotoGP 2020 akan benar-benar menjadi ajang pembuktian diri bagi The Doctor, apakah dirinya masih layak membalap di kelas utama.

Sumber : Bolasport

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved