Taufiq Hasnuri

Kala kelakar menyatukan sekat: Mengenang humor dan nasehat KH. Ahmad Taufiq Hasnuri

Sebagai penutur asli Baso Pelembang sari-sari, kita tentu saja sering kali mendengar ceramah yang disampaikan oleh sosok ulama yang santun, lucu

 

Kala kelakar menyatukan sekat: Mengenang humor dan nasehat KH. Ahmad Taufiq Hasnuri

 Oleh Susi Herti Afriani

Penulis adalah Dosen Tetap Linguistik pada Fakultas Adab dan Humaniora  UIN Raden Fatah Palembang, Sedang menempuh studi Doktoral-PhD candidate di Western Sydney University, Australia

Sebagai penutur asli Baso Pelembang sari-sari, kita tentu saja sering kali mendengar ceramah yang disampaikan oleh sosok ulama yang santun, lucu, kharismatik, dan sangat dicintai umat ini.

Beliau adalah Kyai Haji Ahmad Taufiq Hasnuri, atau lebih dikenal dengan Ustadz Taufik.

Isi ceramah beliau sangat menarik karena tidak hanya disampaikan dalam bahasa daerah (Baso Pelembang), namun juga sarat dengan nilai-nilai kebaikan, berisi nasehat, petunjuk dan arahan untuk kehidupan.

Hari kamis, tanggal 14 November 2019 beliau telah berpulang ke rahmatullah.

Dari sekian banyak puluhan ceramah beliau yang tersebar di Youtube, saya mengamati, memeriksa dan meneliti bahwa ceramah yang beliau sampaikan ini penuh dengan “kelakar” (humour khas masyarakat Palembang), yang membuat isi ceramah ini menjadi menarik dan lebih mudah diterima oleh jamaah (pendengar).

Salah satu contoh ceramahnya yang disampaikan tahun 2017 berjudul “Allah Maha melihat”, yang setelah saya transkrip dan terjemahkan ke dalam bahasa Inggris berjumlah sekitar 4957 kata.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved