Berita Musi Banyuasin

Buronan 6 Tahun Dalam Kasus Pembunuhan, Akhirnya Ditembak Anggota Polsek Bayung Lencir Resor Muba

Pelarian Effendi alias Epen (49) warga Jalan Maju Bersama 1 Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang selama 6 tahun akhirnya terhenti.

SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Kapolres Muba AKBP Yudhi Markus Pinem SIK ketika menggelan konfrensi pers di halaman Mapolres Muba, tampak Epen duduk di kursi roda. 

Karena mengancam akhirnya tersangka dilumpuhkan dengan tembakkan tegas dan terukur pada paha kanan dan betis kiri,"kata Yudhi

Update Berita Ayah Setubuhi Anak Kandung: Sp Pernah Gauli Istri dan Anaknya Satu Ranjang Bertiga

Kebakaran Terjadi di Lahan Eks Pabrik Seng Jalan Pangeran Ayin Kenten Laut Banyuasin,

Dukung Ilyas Panji Alam Jadi Bupati Ogan Ilir Tahun 2020-2025, Alex Noerdin Siap Keliling Kampanye

Setelah melumpuhkan tersangka kita turut mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 bilah pisau gagang coklat yang dipergunakan tersangka, 1 unit truck toyota dyna, 1 unit toyota fortuner, 1 buah topi, 2 pasang sandal, 1 unit motor kawasaki ninja dan 1 pasang sarung tangan.

"Tersangka kita jerat pasal 338 KUHP jo pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP jo pasal 351 ayat 3, sedangkan 1 tersangka lainnya yang telah diamankan Pajarudin atas kasus narkoba akan kita bon untuk dilakukan pemeriksaan.

Sedangkan ketiga pelaku lain yang saat ini melarikan diri kita mengimbau untuk segera menyerahkan diri, jika tidak tidak akan lakukan tindakkan tegas dan terukur,"tegasnya.

Sementara, Effendi alias Epen mengatakan awal mula perkara tersebut terjadi adanya perselisihan soal tanah antara korban dan tersangka.

Dimana korban menempati tanah milik orang tua tersangka dan ingin menjual tanah tersebut.

"Ya, dulu itu dia numpang tanah orang tua saya ketika dia mau pindah tanah orang tua saya juga di jualnya. Kemudian 11 tahun dia kembali lagi dan ingin menjual tanah orang tua saya berada di ujungnya, orang tua saya mencegah dan sempat mengancam ingin menuja orang tua saya,"kata Effendi.

Saya tidak terima melihat orang tua diperlakukan seperti itu, dirinya bersama adiknya dan anak buah berasal dari Lampung datang ke rumahnya.

"Saya nusuk dia dari belakang 1 kali sisanya Andi, Aan dan anak buah saya yang melakukan eksekusi,"ungkapnya.

Setelah melakukan perbuatan tersebut kelimanya berpisah, sedangkan Effendi berlari ke Jakarta selama 2,5 tahun, dan Bali beberapa saat sisanya di Palembang.

"Saya tidak menyesal karena ini Abah saya di ancam, selama melarikan diri saya beli truck dan mengambil angkutan. Sedangkan senpira ia dapatkan dari seseorang dengan harga Rp 600 pada tahun 2004 silam,"tutupnya. (dho)

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved