Berita Palembang

Antimafia Bola Bongkar Kasus Suap di Lingkaran Perwasitan, Terima Rp 12 Juta untuk Pengaturan Skor

Satuan Tugas Antimafia Bola berhasil membongkar kasus suap pengaturan skor pertandingan (Match Fixing) di pertandingan Sepak bola Liga 3.

Antimafia Bola Bongkar Kasus Suap di Lingkaran Perwasitan, Terima Rp 12 Juta untuk Pengaturan Skor
Kompas.com/Ardito Ramadhan D
Ketua Satuan Tugas Antimafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo di Mabes Polri, Sabtu (16/2/2019) 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Satuan Tugas Antimafia Bola berhasil membongkar kasus suap pengaturan skor pertandingan (Match Fixing) di pertandingan Sepak bola Liga 3 antara Persikasi Bekasi dan Perses Sumedang .

Mafia pengaturan skor pertandingan ini melibatkan orang-orang yang ada dalam lingkaran perwasitan.

Dilansir dari Kompas.com, Ketua Satuan Tugas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo mengatakan, saat ini polisi masih mendalami aliran uang suap terhadap para tersangka.

"Nominal angkanya kurang lebih Rp 12 juta. Tapi intinya ini sering dilakukan dan masih pendalaman per orang dapat berapa. Wasit utama yang menerima nanti akan dibagi ke perangkat wasit, asisten wasit, pembantu wasit, dan pengawas," kata Hendro di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019).

Hendro mengungkapkan, uang suap itu digunakan untuk memanipulasi skor pertandingan Persikasi Bekasi versus Perses Sumedang sehingga Persikasi Bekasi dapat bertanding di Liga 2 Indonesia.

Diketahui, pertandingan antara dua klub itu berlangsung pada 6 November 2019 di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, Jawa Barat.

Hasilnya, Persikasi Bekasi unggul dengan skor 3-2.

Sebanyak 126 KK di Kabupaten OKI Mengundurkan Diri dari Program Keluarga Harapan, Ini Alasannya

Cekcok Mulut dengan Pacar Sendiri, Kepala Habibi Robek Dihantam Balok Kayu

Gubernur Sumsel Herman Deru: Jangan Dulu Menduga-duga, Terkait Sidang Tipikor Dinas PUPR Muaraenim

"Tentunya pengaturan skor ini modus operandinya, saya sampaikan terjadi penawaran, terjadi suap, pemberian uang, dan terjadi pengaturan skor. Harapannya Persikasi Bekasi menang, maka akan naik ke Liga 2 Indonesia," ujar Hendro.

Sebelumnya diketahui, Satgas Antimafia Bola menangkap enam tersangka tindak pidana suap atau pengaturan skor (match fixing) pertandingan Sepak Bola Liga 3 antara Persikasi Bekasi dan Perses Sumedang.

Tersangka pertama berinisial DS yang merupakan wasit utama pertandingan antara Persikasi dan Perses Sumedang.

Selanjutnya, polisi menangkap tiga tersangka lainnya yang berasal dari manajemen Persikasi Bekasi, yakni BT, HR, dan SH.

Kemudian, polisi kembali menangkap seorang perantara berinisial MR dan anggota bagian perwasitan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat berinisial DS.

Keenam tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tersangka Pengaturan Skor Persikasi Vs Perses Sumedang Terima Suap Rp 12 Juta untuk Tanding di Liga 2", 

Editor: Tarso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved