Human Interest Story

SD IT Al Furqon Palembang Gelar Outbond untuk Siswanya, Demi Ketangkasan dan Kekompakan

Dia mengatakan bagi anak-anak yang dinilai paling unggul dalam menyelesaikan tantangan outbond akan diberi hadiah.

ISTIMEWA
Suasana outbond hari kedua yang digelar oleh SD IT Al Furqon Palembang di TPKS Palembang. Outbond tersebut ditujukan untuk membentuk ketangkasan dan kekompakan. 

KESERUAN terlihat di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) di Jalan Syakyakirti, Karang Anyar, Kecamatan Gandus. Ratusan siswa SD IT Al Furqon Palembang bergembira ria mengikuti outbond hari kedua setelah pada hari Rabu (20/11) lalu digelar untuk kelas 1, 2, dan 3.

Mengenakan seragam olahraga siswa kelas 4-6 SD ini ada yang terlihat berani ada pula yang terlihat gugup saat bermain di salah satu wahana yang ada di TPKS.

Wakil Kepala SD IT Al Furqon Palembang bidang Kesiswaan Firmansyah mengatakan outbond di hari kedua ini diikuti oleh siswa kelas 4-6 dan kegiatan ini merupakan program sekolah.

"Tujuannya untuk meningkatkan keberanian anak, ketangkasan, keterampilan dan melatih anak-anak untuk mandiri terutama kekompakan dalam tim ya," jelasnya, Kamis (21/11).

"Total siswa kita yang ikut pada outbond hari kedua ini ada 756 untuk kelas 4-6, kegiatan ini outbond ini sebenarnya direncanakan pada Oktober lalu tapi karena terganggu asap jadi jadwalnya diundur sampai bulan ini," katanya.

Dia menjelaskan di outbond ini pihaknya membuat beberapa zona. "Kegiatan mulai dari pembukaan, anak-anak diajak mengikuti gims, lewat empat zona permainan," ujarnya.

"Sebelumnya, anak-anak memilih sendiri zona permainan lewat juara yang didapatkan saat mengikuti gim menyusun kata. Kemudian baru bisa mengikuti zona pilihan di flying fox, spider net dan aneka tantangan lainnya," jelasnya.

Dia mengatakan bagi anak-anak yang dinilai paling unggul dalam menyelesaikan tantangan outbond akan diberi hadiah. "Hadiah sekaligus mengajarkan sesuatu yang mendidik bagi anak," katanya singkat.

Pada kegiatan outbond ini siswa SD IT Al Furqon Palembang diajak mengenal permainan tradisional berupa permainan congklak, monopoli dan sebagainya. Sehingga bisa juga dimainkan bersama teman lainnya. (melisa wulandari)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved