Berita Banyuasin

Perdalam Ilmu Pertanian, Siswa SMK PP Sembawa Kunjungi Petani Milenial Di Sungai Pinang Rambutan

Perdalam Ilmu Pertanian, Siswa SMK PP Sembawa Kunjungi Petani Milenial Di Sungai Pinang Rambutan

SRIPOKU.COM/SMK PP SEMBAWA
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Dr Zulkifli Mp Si dan Meggie Ullyah selaku wali kelas XI ATP 1 beserta guru yang ikut serta dalam bimbingan belajar praktek di acara kunker ke Desa Sungai Pinang Rambutan. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Untuk memperdalam ilmu pertanian, siswa kelas XI Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) 1 SMK PP Negeri Sembawa melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke mitra kelompok tani Desa Sungai Pinang Kecamatan Rambutan Banyuasin.

Para siswa didampingi Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Dr Zulkifli Mp Si dan Meggie Ullyah selaku wali kelas XI ATP 1 beserta guru yang ikut serta dalam bimbingan belajar praktek di acara kunker tersebut. Disambut antusias oleh para petani milineal.

Kunker tadi, dibuka dari Ketua Kelompok petani Cahaya Tani, Suratman yang akrap disapa petani dengan sebutan Mang Odong berharap, para pelajar yang cinta hasil petani agar kiranya mengembangkan ilmu pertanian yang lebih baik dan bisa menghasilkan rupiah lebih banyak

Kepala Sekolah SMK PP Sembawa Banyuasin Ir Mattobi',I MP, melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Dr Zulkifli Mp Si, Jumat (22/11/2019) mengatakan, siswa pertanian melakukan kunjungan kerja ke Sungai Pinang Kecamatan Rambutan, untuk mengetahui proses pekerjaan petani.

"Dengan siswa terjun langsung bisa melihat secara nyata bagaimana kerja petani milineal yang mengenakan alat modern di jaman seperti sekarang ini," kata Zulkifli.

Siswa menanam padi dengan sistem Tabur Benih Langsung (Tabela). Selain itu, mereka diajak untuk mencoba bagaimana menggunakan alat pertanian jenis traktor.

"Perbedaan antara menanam padi Tabela dengan menanam padi seperti biasa, karena hanya membutuhkan waktu yang efisien, tenaga yang ringan, dan biaya yang lebih efisien," timpal Ubay selaku penyuluh Desa Sungai Pinang.

Untui itu, dijelaskan oleh kelompok petani Mang Odong, dulu petani padi di Desa Sungai Pinang ini belum memiliki alat mesin pertanian yang canggih seperti saat ini, untuk membantu mengerjakan pekerjaan dan membuat pekerjaan mereka menjadi ringan dan menghasilkan hasil yang banyak.

Sehingga mereka masih menggunakan cara manual untuk menanam padi, membajak ataupun panen. "Petani di desa ini memiliki keterbatasan pendidikan bahkan ada yang tidak sekolah dan petani di sini hanya dibantu oleh penyuluh petani desa. Sekarang petani sukses dan berhasil memenuhi kebutuhan hidup," tandasnya.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved