Bupati Ahmad Yani Seret 22 Anggota Dewan dan Wabup Muaraenim, Berikut Jumlah Fee Diterima Fantastis

Bupati Ahmad Yani Seret 22 Anggota Dewan dan Wabup Diduga Terlibat,Berikut Fee Diterima Fantastis

Bupati Ahmad Yani Seret 22 Anggota Dewan dan Wabup Muaraenim, Berikut Jumlah Fee Diterima Fantastis
TRIBUN SUMSEL/Shintadewi
Bupati Ahmad Yani Seret 22 Anggota Dewan dan Wabup Muaraenim, Berikut Jumlah Fee Diterima Fantastis. Robi Okta Fahlevi kontraktor yang menyuap bupati Muara Enim Ahmad Yani saat menjalani sidang di pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (20/11/2019) Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul BREAKING NEWS : Wakil Bupati Muaraenim dan 22 Anggota DPRD Disebut Terima Suap Pengusaha, https://sumsel.tribunnews.com/2019/11/20/breaking-news-wakil-bupati-muaraenim-dan-22-anggota-dprd-diseb 

Berdasarkan Kesaksian Robi Okta Fahlevi dan pembacaan JPU KPK Muhammad Asri Iwan dalam dakwaannya mengungkap beberapa fakta, diduga banyak pejabat yang terlibat dan terima fee, berikut ini fakta bahwa Bupati Ahmad Yani Seret 22 Anggota Dewan dan Wabup Muaraenim, Berikut Jumlah Fee Diterima Fantastis terungkap.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Bupati Ahmad Yani Seret 22 Anggota Dewan dan Wabup Muaraenim, Berikut Jumlah Fee Diterima Fantastis.

Terungkapkannya nama-nama yang terlibat dan fakta bahwa Bupati Ahmad Yani Seret 22 Anggota Dewan dan Wabup Muaraenim, karena terima fee yang jumlah memang terbilang fantastis.

Fakta bahwa Bupati Ahmad Yani Seret 22 Anggota Dewan atau DPRD Muraenim, dan Wabup Muaraenim diketahui,  berdasarkan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Bahwa Dalam sidang perdana kasus suap proyek pembangunan jalan yang menjerat Bupati Muara Enim Ahmad di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Rabu (20/11/2019) itu,  22 Anggota Dewan dan Wabup Muaraenim itu ikut terlibat dan menerima fee.

Dalam JPU KPK Muhammad Asri Iwan dalam dakwaannya menyebutkan, bahwa Wabup Muaraenim Juarsah menerima pemberian fee proyek sebesar Rp 2 miliar.

Sementara itu, 22 anggota DPRD Muara Enim yang disebutkan juga turut menerima atau keciprat fee sekitar Rp 200-350 juta, tetapi jika dijumlahkan maka jumlahnya fantastis yakni total suap mencapai Rp 4,8 miliar.

Sementara itu, kembali dalam JPU KPK Muhammad Asri Iwan dalam dakwaannya menyebutkan bahwa,  Ketua DPRD Muara Enim Arie HB menerima komitmen fee sebesar Rp 3,3 miliar dengan Jumlah Fee Diterima Fantastis.

Saat ini, menurut JPU KPK Muhammad Asri Iwan, nama-nama yang disinyalir menerima aliran dana pengadaan proyek Dinas PU Muara Enim itu masih berstatus saksi.

"Statusnya akan lihat pemeriksaan saksi, sejauh mana keterkumpulan alat bukti, kan kita menyidangkan berdasarkan alat bukti, dakwaan itulah tuduhan yang diberikan kepada pemberi suap dan penerima suap dan aliran dana," kata Asri.

Halaman
1234
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved